Breaking News:

Alarm Berbunyi di Kampung Narkoba, 450 Petugas Gabungan Hanya Dapatkan 4 Paket Sabu

Tiba-tiba alarm berbunyi saat petugas gabungan melakukan penggerebekan di kampung narkoba. Ternyata para bandar sudah lebih dulu melarikan diri

Editor: Budi Rahmat
Istimewa
ilustrasi penggerebekan dan penggeledahan 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Sebanyak 450 pasukan gabungan yang diturunkan ke wilayah kampung narkoba, hanya mendapatkan 4 paket sabu-sabu.

Minimnya barang bukti yang didapatkan ternyata tidak terlepas dari kemungkinan razia yang dilakukan sudah lebih dulu bocor.

Ditambah lagi, saat petugas datang alarm di wilayah tersebut langsung berbunyi.

Alarm tersebut seolah-olah sebagai pertanda kalau polisi datang melakukan penggerebekan.

Dengan demikian para bandar narkoba dengan cepat kabur meninggalkan lokasi.

Baca juga: 16 Kamera CCTV Dipasang di Kampung Dalam, Upaya Hapus Stigma Kampung Narkoba, Ini Kata Kapolda Riau

Penggerebekan dilakukan di Jalan Kunti yang berada di Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Surabaya.

Lokasi tersebut memang dikenal sebagai kampung narkoba.

Bilik-bilik kecil yang terbuat dari kayu beratapkan terpal berjejer di daerah itu dan kerap sekali dijadikan tempat transaksi dan pesta narkoba jenis sabu.

Pada saat didatangi rombongan petugas gabungan dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jatim bersama personel Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim, Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Surabaya, Rabu (6/10/2021) dini hari, aparat disambut dengan bunyi alarm yang mengaung-ngaung.

"Sebanyak 450 pasukan gabungan diturunkan untuk mengamankan lokasi. Setibanya di kampung narkoba ini, petugas langsung melakukan penyisiran di tempat-tempat yang diduga kerap digunakan untuk melakukan pesta sabu," kata Kabag Bin Ops Ditresnarkoba Polda Jatim AKBP Syamsul Makali saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Pak Kades dan 3 Wanita Ikut Diamankan Saat Ratusan Personil Brimob Gerebek Kampung Narkoba

Bocor karena bunyi alarm

Menurut Syamsul, akses menuju tempat untuk sampai ke bilik-bilik kecil yang berjajar itu harus melalui di gang sempit yang berliku-liku.

Di tempat itu telah terpasang alarm pemadam, memiliki fungsi untuk peringatan bahwa ada petugas kepolisian datang ke lokasi.

Di tempat yang dikenal dengan kampung narkoba tersebut petugas menemukan barang bukti 4 poket (sabu).

Baca juga: BAK Film Action, BERIKUT Sederet Fakta Kampung Narkoba di Palembang

"Kalau ada petugas datang mau masuk pencet alarm, tujuannya apa, supaya pengedar dan bandar bisa lari kabur sehingga tidak sampai tertangkap," ucap Syamsul.

Pengamatan Syamsul di daerah tersebut memang sangat tersistematis dalam menjalankan bisnis haram narkoba itu.

"Jadi memang sudah saling mendukung untuk kejahatan narkoba, bisa jadi razia ini bocor sebelumnya dan bunyi alarm," sebut dia.

( Tribunpekanbaru.com)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved