Breaking News:

Gubri Syamsuar Kecewa, GAPKI Riau Tak Mampu Datangkan 1 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Riau

Gubri Syamsuar tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya dengan GAPKI Riau karena batal mendatangkan 1 juta dosis vaksin Covid-19 ke Riau.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
LUDOVIC MARIN / AFP
Gubri Syamsuar tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya dengan GAPKI Riau karena batal mendatangkan 1 juta dosis vaksin Covid-19 ke Riau. FOTO ILUSTRASI 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Riau karena batal mendatangkan 1 juta dosis vaksin Covid-19 ke Riau.

Menurut keterangan Gubri Syamsuar, dari target 1 juta dosis vaksin yang sebelumnya dijanjikan akan dikirim ke Riau, ternyata yang diterima tidak sampai 100 ribu dosis.

"Alokasi untuk kebun itu ada tapi sedikit jumlahnya, tidak sampai seratus ribu, tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Gapki, katanya kemarin 1 juta," kata Gubri Syamsuar kecewa, Kamis (7/10/2021).

Padahal kata Gubri, Provinsi Riau merupakan salah satu provinsi penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia dan memiliki perkebunan yang cukup luas. Perkebunan kelapa sawit di Riau mencapai 3,4 juta hektare lebih.

"Sudah ada sebenarnya vaksin untuk perkebunan, tetapi alokasinya cuma sedikit. Sebenarnya untuk kebun ini dari vaksin gotong royong ini lah yang kita harapkan tapi belum maksimal," kata Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, Kamis (7/10/2021).

Meski tidak sesuai harapan, namun Gubernur Riau, Syamsuar, meminta kepada seluruh Kabupaten Kota agar tetap menggesa pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat.

Karena sejak dijalankannya program vaksinasi untuk meningkatkan herd imunity atau kekebalan tubuh, sejak awal 2021 lalu, baru Pekanbaru yang hampir mencapai 70 persen vaksinasi bagi masyarakat.

Sesuai dengan instruksi pemerintah pusat malui mentri dalam Negri (Inmendagri) yang baru dikeluarkan, untuk penurunan status pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdasarkan, penurunan level Kabupaten/Kota dari level 2 menjadi level 1, dengan capaian total vaksinasi dosis 1 minimal sebesar 70 persen.

“Vaksin ini memang sudah disampaikan kepada Kabupaten Kota, sekarang teman-teman di Kabupaten Kota mereka itu belum semua divaksin kepada masyarakat, karena mereka juga menunggu terhadap vaksinasi yang kedua. Sebenarnya di Kabupaten Kota masih ada vaksinnya, jadi kami harapkan vaksin yang ada itu habiskan sesuai dengan perintah Presiden, tidak vaksin satu dan tidak vaksin dua, jadi kalau itu cepat habisnya itu kan mereka sudah punya pusat data vakisn, jadi pusat itu sudah tau dia berapa vaksin yang ada di Riau ini,” ujar Gubri.

Ditegaskan Gubri, dengan semakin cepatnya vaksinasi bagi masyarakat Riau, pengalokasian vaksinasi bagi masyarakat akan bertambah.

Untuk itu mulai saat ini vaksin yang ada diseluruh Kabupaten Kota dihabiskan dulu, termasuk yang ada di Dinas Kesehatan, baik vaksin pertama maupun vaksin kedua yang ada tersimpan.

Gubri mencontohkan masih ada daerah lain di luar Riau, yang persentase vaksin juga rendah, tapi PPKM nya tetap berada di level 4

“Misalnya di Dinas Kesehatan ada vaksinnya sekian makanya cepat dialokasikan, kalau cepat habisnya nanti cepat alokasi kembali. Jadi sebenarnya bukan disebabkan turun level rendah itu yah vaksin. Jadi contoh boleh baca intruksi mentri dalam negri, di Sumbar masih ada level 4, Kota Padang, kita bersukur berada di level 2,” kata Gubri

Gubri menghimbau masyarakat untuk tetap mematuhi peraturan, dengan mendisiplinkan protokol kesehatan (Prokes).

Dengan tetap memakai masker, menghindari kerumunan, dan selalu mencuci tangan setelah dan sebelum melakukan aktifitas.

“Tetap prokes, dan jangan abai, selalu memakai masker. Ini juga salah satu upaya kita mencegah penyebaran Covid-19,” kata Gubri. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved