Breaking News:

Pasang Keling Rendam Sejumlah Ruas Jalan di Dumai, Air sudah Masuk ke Dalam Rumah

Sejumlah ruas jalan, dan rumah di Kecamatan Dumai Kota, mulai tergenang banjir rob atau pasang keling sejak Kamis pagi.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Sejumlah ruas jalan, dan rumah di Kecamatan Dumai Kota, mulai tergenang banjir rob atau pasang keling sejak Kamis (7/10/2021) pagi. Banjir rob merendam Jalan Dipenogoro. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Sejumlah ruas jalan, dan rumah di Kecamatan Dumai Kota, mulai tergenang banjir rob atau pasang keling sejak Kamis (7/10/2021) pagi.

Terlihat air merendam sejumlah ruas jalan protokol, seperti Jalan Sultan Hasanuddin dan Sultan Syarif Kasim.

Bahkan air juga merendam Jalan Cempedak, jalan Jeruk serta sejumlah gang di jalan tersebut.

Di antaranya Gang Kandis, Gang Apel dan Gang Sukun.

Sejumlah rumah di ‎jalan dan gang tersebut, juga tergenang air pasang.

Terlihat sejumlah masyarakat harus meletakan barang barangnya ke tempat lebih tinggi.

Tampak juga beberapa pengendara menerobos banjir, dan ada ‎juga yang kendaraannya mogok.

Titik yang berdampak ada di Kelurahan Rimba Sekampung Banjir Rob atau Pasang Keling menggenangi ruas Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Dumai.

Sejumlah ruas jalan, dan rumah di Kecamatan Dumai Kota, mulai tergenang banjir rob atau pasang keling sejak Kamis (7/10/2021) pagi. Banjir rob di Jalan Hasanudin
Sejumlah ruas jalan, dan rumah di Kecamatan Dumai Kota, mulai tergenang banjir rob atau pasang keling sejak Kamis (7/10/2021) pagi. Banjir rob di Jalan Hasanudin (Istimewa)

Kambali warga jalan Apel kelurahaan Rimba Sekampung ‎kecamatan Dumai Kota, mengaku, bahwa pasang keling ini sudah terjadi beberapa hari belakangan.

Namun dua hari belakangan pasang bisa dikatakan besar.

"Hari ini kayanya pasangnya lebih besar dibanding hari sebelumnya, karena air sudah masuk ke dalam rumah, karena sebelumnya hanya menggenangi halaman dan jalan saja," katanya, Kamis.

Dirinya mengaku, pasang keling ini mungkin menjadi besar akibat intensitas ‎curah hujan meningkat belakangan ini.

"Sudah sering kalau banjir ini Bang, ya kita waspada aja sama hewan-hewan melata, seperti ular dan lainya, untuk barang elektronik kita letakan di tempat yang lebih tinggi," imbuhnya.

Tidak hanya Kambali, Prayitno pengendara yang melintas di jalan Hasanuddin atau ombak terpaksa mencari jalan alternatif atau daerah yang genangannya tak terlalu tinggi.

"Hari ini pasang keling nya tinggi bang, kalau dipaksakan lewat jala ombak, bisa mati motor saya, makanya saya cari jalan lain aja," ucapnya.

Sementara, Plt Kepala pelaksana (Kalaksa) Badan penanggulan bencana daerah (BPBD) Dumai, Amrizal Anara mengaku, bahwa ‎sejumlah jalan dan rumah tergenangi air sebagai dampak Pasang Air Laut Maksimum di Dumai ‎atau pasang keling.

‎Dirinya menghimbau kepada masyarakat di sekitar pesisir ataupun didaerah Rimba Sekampung waspada dan siaga terhadap dampak pasang air laut maksimum.

Menurutnya, pasang keling yang terjadi hari ini (Kamis) bisa dikatakan pasang puncak, ditambah beberapa hari belakangan hujan deras mengguyur beberapa daerah di Dumai, dan drainase menjadi penuh.

"Kita menghimbau kepada masyarakat untuk waspada, dan jika membutuhkan pertolongan ‎bisa berkoordinasi dengan lurah dan camat, selanjutnya kita akan turun. Kita juga sudah memantau memang pasang keling hari ini cukup tinggi," pungkasnya.

(tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved