Breaking News:

Buntut Bentrok Berdarah di Perusahaan Kelapa Sawit, Anggota Dewan DPRD Riau Akan Turun ke PT Padasa

Buntut bentrok berdarah di perusahaan kelapa sawit , Anggota Dewan DPRD Riau akan turun ke PT Padasa.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution
Foto: Agung Nugroho 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Buntut bentrok berdarah di perusahaan kelapa sawit , Anggota Dewan DPRD Riau akan turun ke PT Padasa .

Kisruh antara eks karyawan dan pihak perusahaan PT Padasa yang sempat terjadi bentrok berdarah menyita perhatian banyak pihak, selain perhatian dari Komnas Perlindungan Anak, DPRD Riau juga dalam waktu dekat akan turun ke lokasi melihat kondisi sebenarnya.

Untuk itu, Wakil Ketua DPRD Riau Agung Nugroho mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya dari Dewan akan melihat langsung kondisi dan persoalan sebenarnya yang terjadi di lapangan kenapa sampai terjadi bentrok berdarah di PT Padasa itu.

Apalagi menyangkut kepentingan keluarga eks karyawan yang sebelumnya sempat terlantar sebelum diamankan di Dinas Sosial.

"Maka untuk memastikan itu, kami dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan ke lokasi perusahaan PT Padasa, karena sudah menjadi perhatian banyak pihak juga,"ujar Agung Nugroho kepada tribunpekanbaru.com Jumat (8/10/2021).

Sebelumnya, sejak Jumat (17/9/2021) puluhan Istri dan anak eks karyawan PT. Padasa Enam Utama dievakuasi di Gedung Batobo Dinas Sosial Provinsi Riau.

Mereka terpaksa diungsikan dari Kecamatan Koto Kampar Hulu ke Pekanbaru pasca pecahnya bentrokan berdarah yang melibatkan eks karyawan dan security PT Padasa Enam Utama.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Riauan Tengku Zul Effendi saat dikonfirmasi Tribun, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan, Disnaker Provinsi Riau dan Polresta Pekanbaru untuk mengembalikan para pengungsi ini ke tempat penampungan yang lebih layak.

Sebab selama berada di gedung Dinas Sosial, mereka tidur dengan alas seadanya, sehingga kondisinya cukup memprihatinkan, apalagi banyak anak-anak yang ikut dievakuasi ke tempat ini.

Zul mengatakan, ada 50 orang anak dan didampingi orgtuanya yang terpaksa harus dipindahkan ke balai Kemensos di Rumbai.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved