Breaking News:

Bupati Rohil Kecewa karena Tidak Dapat Jawaban Pasti Saat FGD dengan SKK Migas dan PHR

Bupati Rohi merasa kecewa karena tidak mendapat jawaban pasti saat FGD dengan SKK Migas dan PHR.

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Ariestia
Istimewa
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menggelar focus group discussion (FGD) mengenai peluang daerah dalam pengelolaan Migas pada Sumur tua yang ada di Rohil, Jumat (8/10/2021) di Mess Pemda Rohil, Bagansiapiapi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, ROHIL - Bupati Rohil merasa kecewa karena tidak mendapat jawaban pasti saat FGD dengan SKK Migas dan PHR.

Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menggelar focus group discussion (FGD) mengenai peluang daerah dalam pengelolaan Migas pada Sumur tua yang ada di Rohil, Jumat (8/10/2021) di Mess Pemda Rohil, Bagansiapiapi.

Dalam FGD itu, secara resmi Pemkab Rohil mengundang orang-orang yang bisa mengambil kebijakan ataupun keputusan di Pertamina, SKK Migas dan Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan Pertamina Hulu Energi (PHE).

Selain itu hadir juga, Dirut BUMD Rohil Kasmer Dahlan, Ketua LAM Rohil Wazirwan Yunus, tokoh masyarakat Rohil Nasrudin Hasan dan Atan Sakban dan Disnaker Rohil.

Pada kesempatan itu, Bupati Rohil meminta agar pihak SKK Migas maupun PHR memberikan data kepada Pemkab Rohil berapa sebenarnya jumlah sumur minyak yang ada di wilayah Rohil baik itu yang masih produktif maupun tidak produktif lagi.

Jika memang sumur tua tidak memproduksi lagi, Pemda Rohil melalui BUMD bersedia mengelola sumur tersebut.

Afrizal juga menanyakan terkait data berapa banyak minyak mentah yang diambil dari wilayah Rohil setiap harinya.

Sehingga dengan begitu pemerintah daerah bisa mengetahui angka bagi hasil yang diperoleh.

Selain itu, Bupati juga meminta data berapa banyak orang tempatan atau anak asli Rohil yang bekerja di Blok Rokan ini.

Sebab, sesuai Perbub, pekerja lokal harus ada sebanyak 60 persen.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved