Breaking News:

LAPOR Pak Kapolri, SP3 Kasus 'Tiga Anak Saya Diperkosa' Di Luwu Timur Dinilai Janggal

Dari hasil pemeriksaannya, Rezky mengatakan ketiga anak korban membenarkan kekerasan seksual yang dilakukan ayah kandungnya.

TribunPekanbaru/DodiVladimir
Ilustrasi demo terbitnya Surat PerintahPenghentian Penyidikan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang dilakukan oleh Polres Luwu Timur terhadap kasus dugaan pemerkosaan tiga anak di Kabupaten Luwu Timur oleh ayah kandungnya dinilai penuh dengan kejanggalan.

Penyidikan  yang dihentikan pada 2019 lalu kembali mencuat usai viral di media sosial setelah ibu dari para korban berjuang mendapatkan keadilan.

Cerita tersebut menjadi viral setelah diungkap oleh media Project Multatuli pada Rabu (6/10/2021) kemarin.

Dalam cerita tersebut, seorang ibu berinisial RS melaporkan mantan suaminya (SU) atas dugaan pemerkosaan kepada tiga anak kandungnya di Polres Luwu Timur pada 2019 lalu.

Namun, dalam proses penyelidikannya, polisi justru menghentikan kasusnya dengan alasan tidak cukup bukti.

Kemudian, cerita tersebut kembali diungkap oleh media Project Multatuli hingga menjadi viral di media sosial Twitter.

Menanggapi viralnya kasus ini, Ketua Divisi Perempuan Anak dan Disabilitas LBH Makassar yang juga menjadi kuasa hukum korban, Rezky Pratiwi buka suara.

Rezky pun membeberkan sejumlah alasan penghentian kasus ini diwarnai kejanggalan.

Pertama, Rezky curiga karena saat dilakukan proses pemeriksaan, ketiga anak yang menjadi korban tidak didampingi oleh bantuan hukum.

"Dalam proses 63 hari kasus ini berjalan, tidak ada bantuan hukum di dalamnya, saat anak diperiksa dan diambil keterangannya, para anak tidak didampingi oleh ibu atau pendamping lainnya."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved