Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Pasang Keling Kembali Rendam Kota Dumai, Warga: Lebih Tinggi Dari Kemarin

Dirinya berharap, pemerintah bisa memberikan solusi agar pasang keling bisa cepat surut, karena saat ini, pasangnya cepat, tapi surutnya lama.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI- Sejumlah ruas jalan, dan rumah di Kecamatan Dumai Kota, Kembali  tergenang banjir rob, pada Jumat  (8/10/2021).

Banjir Rob yang dikenal dengan sebutan Pasang Keling telah merendam sejumlah ruas jalan sejak pagi. 

Terlihat Air merendam sejumlah ruas Jalan Protokol, seperti jalan Sultan Hasanuddin, Sultan Syarif Kasim, bahkan air juga merendam Jalan Cempedak, jalan Jeruk serta sejumlah gang di jalan tersebut. Di antaranya Gang Kandis, Gang Apel dan Gang Sukun.

Bahkan, sejumlah rumah di ‎jalan dan gang tersebut, juga tergenang air pasang, bahkan terlihat sejumlah masyarakat harus meletakan barang barangnya ketempat lebih tinggi, bahkan para pedagang harus menutup rukonnya, seperti di jalan Cempedak,  karena ketinggian air sudah masuk kedalam ruko, sehingga menggangu usaha mereka.

Tidak hanya pedagang, pengendara yang menerobos banjir ‎juga telihat mendorong kendaraannya karena  mogok. 

Jafar warga kelurahaan Rimba Sekampung ‎kecamatan Dumai Kota, mengaku, bahwa pasang keling hari ini (Jumat)  jauh lebih tinggi atau besar dibandingkan kemarin.

"Hari ini kayanya pasangnya lebih besar dibanding hari sebelumnya, karena air sudah masuk ke dalam rumah dengan ketinggian sebetis orang dewasa lah," katanya, Jumat

Dirinya mengaku, akibat pasang keling ini, Ia harus meletakan barang barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi, agar tidak terkena air laut.

"Air mulai tinggi sekitar pukul 07.00 WIB, bisa dibilang puncaknya lah, kita waspada aja sama hewan-hewan melata, seperti ular dan lainya, untuk barang elektronik kita letakan di tempat yang lebih tinggi," imbuhnya. 

Sementara, Iwan pengusaha di Jalan Cempedak terpaksa harus merugi, akibat tiga hari belakangan pasang keling ‎tinggi, sehingga membuat pembeli tidak melintas di jalan cempedak. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved