Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Porda SOIna ke-6 Provinsi Riau Resmi Digelar

Ratusan atlet ini akan berlaga di 12 cabang olahraga antara lain Bulutangkis, Tenis Meja, Bocce, Senam, Bola Basket, Bola Volly, Bola Tangan, Sepak

Penulis: Dodi Vladimir | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Sebanyak 177 atlet disabilitas intelektual mengikuti ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke-6 Special Olympics Indonesia (SOIna) Provinsi Riau tahun 2021.

Acara pembukaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke-6 Special Olympics Indonesia (SOIna) Provinsi Riau tahun 2021.

Seremoni pembukaan berlangsung di Hotel Prime Park, Pekanbaru, Jumat (8/10/2021) yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution.

Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke-6 Special Olympics Indonesia (SOIna) Provinsi Riau  ini merupakan event kompetisi olahraga bagi disabilitas intelektual tingkat daerah atau provinsi yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali.

Kegiatan ini, untuk mengevaluasi program pelatihan dan kompetisi olahraga sepanjang tahun di seluruh kabupaten/kota di Riau yang akan berlangsung dari tanggal 7-10 Oktober 2021.

Ratusan atlet ini akan berlaga di 12 cabang olahraga antara lain Bulutangkis, Tenis Meja, Bocce, Senam, Bola Basket, Bola Volly, Bola Tangan, Sepak Bola, Futsal dan Floorball.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) SOIna Riau, Novilia mengatakan kompetisi ini untuk mengevaluasi program pelatihan dan kompetisi olahraga sepanjang tahun di seluruh kabupaten/kota di Riau.

"Selain itu, juga bertujuan untuk menyeleksi atlet SOIna dalam rangka persiapan mengikuti Pekan Special Olympics Nasional (PeSONas) ke-IX, Special Olympics Indonesia tahun 2022 di Semarang, Jawa Tengah," ujar Novilia.

Sementara itu Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution berharap agar duta-duta SOIna dari kabupaten/kota se Riau dapat membawa harum nama daerah masing-masing.

Wagubri juga menambahkan, walaupun para atlet SOIna mempunyai kekurangan, tetapi mereka telah ditempa untuk berprestasi di berbagai bidang dalam wadah SOIna.

"Ini bertujuan agar penyandang disabilitas intelektual tersebut memiliki kesempatan yang berkesinambungan.

Untuk membentuk tubuh yang sehat, memiliki keberanian untuk menunjukkan kemampuan serta merasakan kebahagiaan.

Melalui persahabatan yang dijalin sesama keluarga. Oleh karena itu, kita perlu mendukung penuh para atlet penyandang disabilitas intelektual," kata Wagubri. 

(www.tribunpekanbaru.com / Doddy Vladimir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved