Breaking News:

Berdebat Tolak Diproses, 6 Terapis Spa Akhirnya Pasrah Diangkut Satpol PP Pekanbaru, Langgar Apa?

6 wanita terapis spa berdebat dengan petugas tolak diproses karena dianggap melanggar perda. Namun, akhirnya para wanita itu pasrah diangkut petugas

Penulis: Fernando | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/FERNANDO SIKUMBANG
Petugas dari Satpol PP Kota Pekanbaru mengamankan sejumlah wanita dari SPA di Jalan Tuanku Tambusai. Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - 6 wanita terapis spa berdebat dengan petugas tolak diproses karena dianggap melanggar perda. Namun, akhirnya para wanita itu pasrah diangkut ke truk dalmas.

Sebanyak enam orang wanita diduga terapis di satu spa yang berada di Jalan Tuanku Tambusai diamankan petugas Satpol PP Kota Pekanbaru akhir pekan kemarin.

Keenam wanita ini terpaksa dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Pekanbaru lantaran tidak memiliki identitas yang jelas.

Informasi yang diperoleh Tribunpekanbaru.com, para wanita itu diamankan bersama tiga orang pria.

Mereka pun pasrah saat dibawa dengan truk dalmas dalam razia tersebut.

Sejumlah wanita itu sempat menolak saat hendak diangkut petugas. Mereka juga berdebat dengan petugas hingga akhirnya bersedia menjalani pemeriksaan dan pendataan.

"Kita mendapati karyawan yang memiliki KTP, tapi bukan KTP Kota Pekanbaru. Mereka seharusnya melampirkan keterangan domisili," tegas Kepala Bidang Ops Satpol PP Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (10/10/2021).

Menurutnya, para karyawan spa tersebut mesti memiliki surat keterangan domisili dari RT atau RW setempat. Ia menyebut bahwa karyawan SPA tersebut langsung dibawa ke kantor agar membuat surat pernyataan agar segera mengurus surat keterangan domisili.

"Kita minta mereka membuat surat pernyataan agar segera mengurus surat domisili," paparnya.

Reza mengatakan bahwa dalama razia kali ini untuk menegakkan peraturan daerah.

Petugas dari Pemko Pekanbaru ini tetap menggelar razia walau spa tersebut tidak ada aktivitas.

"Namanya kita razia memang tidak harus saat mereka beraktivitas saja. Kita aturan yang kita tegakkan, terlepas mereka sedang kegiatan atau tidak kegiatan tentu aturan tetap kita tegakkan," jelasnya.

( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sikumbang )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved