Breaking News:

Sukses Bangun Kemitraan Petani, Dirut Holding Perkebunan Ingin Nasionalisasi Pola PTPN V

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Mohammad Abdul Ghani

Editor: Ilham Yafiz
Istimewa
Direktur Utama Holding Perkebunan Muhammad Abdul Ghani berdiskusi dengan perwakilan pengurus KUD di Desa Sari Galuh Kecatamatan Tapung Kabupaten Kampar beberapa waktu lalu. Anak usaha PTPN III (Persero), PTPN V akan dijadikan model percontohan pola kemitraan petani plasma untuk PTPN lain yang juga memiliki plasma sawit 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Mohammad Abdul Ghani menyatakan ingin menerapkan pola kemitraan salah satu anak perusahaannya PTPN V dengan para petani plasma sebagai model percontohan di perkebunan nusantara lainnya. 

"Saya senang dengan kemitraan yang terjalin antara PTPN V dengan para petani plasmanya. Saya ingin menjadikan pola ini sebagai model untuk diterapkan di PTPN lain yang memiliki kebun plasma," kata Abdul Ghani, di Jakarta, Sabtu (9/10/2021).

Untuk tahap awal, dia mengatakan akan menerapkan pola tersebut di dua anak perusahaan lainnya yakni PTPN VI dan XIII. Hal tersebut disampaikan Ghani usai bertemu langsung dengan sejumlah petani mitra PTPN V yang tengah melaksanakan program peremajaan sawit rakyat (PSR) seluas 973,5 hektare di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, medio pekan ini. 

Pertemuan itu dilakukan di sela-sela kunjungan kerjanya selama dua hari yang turut dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian BUMN, Rachman Ferry Isfianto serta didampingi langsung Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko K Santosa.

Di hadapan para petani dan manajemen perusahaan, Ghani meminta agar pelaksanaan kemitraan terus dijaga dan ditingkatkan. 

"Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Manajemen perkebunan harus diterapkan secara bersama-sama," ujarnya. 

Dengan begitu, dia mengatakan produktivitas PTPN V yang pada 2020 lalu mencapai angka 23,87 ton per hektare per tahun juga dapat dinikmati para petani plasma. Selain itu, ia juga meminta kepada PTPN V agar bisa melaksanakan program kemitraan secara berkelanjutan dan mendorong para petani plasma diberikan kesempatan untuk meraih sertifikasi perkebunan berkelanjutan standar nasional maupun internasional. Sehingga, petani juga mendapatkan harga premium selayaknya yang kini diperoleh PTPN V

"Saya mengapresiasi PTPN V yang masih mampu menjaga khitah perkebunan negara untuk tumbuh bersama petani atau rakyat. Bahkan juga mampu mengembangkannya menjadi salah satu perusahaan nasional dengan luasan tanam ulang petani mitra terluas," sebut Ghani.

PTPN V terus mendorong produktivitas ribuan petani plasma mitranya yang secara total mencapai 56.000 hektare tersebut. Dalam pelaksanaan peremajaan yang diusung sejak 2019 lalu, terdapat 21.000 hektare atau 38 persen yang telah sepakat untuk diremajakan oleh Perusahaan plat merah itu. 

Peningkatan produktivitas itu bahkan membuat PTPN V berani memberikan jaminan jika produktivitas di bawah standar PPKS. PTPN V juga menyiapkan program single manajemen sehingga transfer ilmu kepada petani dapat tercapai. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved