Breaking News:

Umrah Dibuka, Angin Segar Bagi Pengusaha Travel dan Umrah di Riau yang Sudah Lama Tiarap

Dibukanya pintu umrah bagi jemaah Indonesia menjadi angin segar bagi pengusaha travel dan umrah di Riau yang sudah cukup lama tiarap

Penulis: Rino Syahril | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/IKHWANUL RUBBY
Pemilik PT Sumidhaz Intour Dede Firmansyah mengatakan dibukanya pintu umrah jadi angin segar bagi pengusaha travel dan umrah di Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kembali dibukanya pintu umrah bagi jemaah Indonesia menjadi angin segar bagi pengusaha travel dan umrah di Riau yang sudah cukup lama tiarap.

Seperti diungkapkan pemilik PT Sumidhaz Intour Dede Firmansyah, Minggu (10/10/2021).

Ia mengungkapkan rasa syukur dan senangnya Pemerintah Arab Saudi sudah membolehkan jemaah Indonesia berangkat umrah ke tanah suci Mekah.

Menurut Dede, usaha tour and travel haji dan umrah sudah lama tiarap semenjak pandemi Covid-19 berlangsung.

Pasalnya, Pemerintah Arab Saudi tidak memboleh jemaah Indonesia mengikuti haji dan umrah.

"Entah berapa kerugian yang kami terima," ujar Dede Firmansyah kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (10/10/2021).

Angin segar mulai dirasakan pengusaha tour and travel sebab November 2020 lalu, jemaah Indonesia dibolehkan umrah, tetapi pihak Pemerintah Arab Saudi membatalkan lagi.

"Jadi dengan diperbolehkannya lagi jemaah Indonesia umrah oleh pemerintah Arab Saudi tentunya angin segar bagi kami dan sangat kami syukuri," ucap mantan Ketua ASITA Riau tersebut.

Saat ditanya apa saja syarat untuk umrah dan berapa biayanya kini?

Dede menuturkan, terkait syarat untuk umrah pihaknya belum tahu karena hingga saat ini secara resmi Pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan syarat-syaratnya.

"Itu hanya baru secara lisan saja dan belum ada secara teknisnya. Oleh karena itu Pemerintah Indonesia harus segera membahasnya secara teknis dengan Pemerintah Arab Saudi," ungkap Dede Firmansyah.

Namun, jika mengacu sebelumnya saat November 2020 sampai 3 Februari 2021, syarat umrah itu harus di karantina selama 1 minggu.

"Tapi sekarang dipercepat lagi hanya 5 hari saja menjalani karantina dan aturan teknis lainnya belum ada,"tutup Dede Firmansyah.

( Tribunpekanbaru.com / Rino Syahril )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved