Breaking News:

Ada yang Berjualan Nasi Goreng hingga Cemilan, Ini Kabar Terbaru 57 Pegawai KPK yang Tak Lulus TWK

Ada yang berjualan nasi goreng, hingga berjualan cemilan, ini kabar terbaru 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Editor: Ilham Yafiz
istimewa / Tribunnews
Tigor merupakan korban tes wawasan kebangsaan (TWK) yang berujung pemecatan pada 30 September 2021. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ada yang berjualan nasi goreng, hingga berjualan cemilan, ini kabar terbaru 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

57 pegawai KPK itu diberhentikan secara terhormat karena tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Setelah tidak bekerja di KPK, beberapa pegawai memilih untuk berdagang.

Informasi ini dibenarkan oleh mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, yang juga termasuk dalam daftar 57 pegawai tak lulus TWK.

Dari data yang diperoleh Yudi, ia menyebut setidaknya ada tujuh rekannya yang dipecat dari lembaga antirasuah memilih untuk berdagang.

Mayoritas mereka, memilih untuk berdagang makanan. Mulai dari dagang nasi goreng hingga makanan ringan alias cemilan.

"Sampai saat ini di catatan saya ada tujuh (yang berjualan)," ujar Yudi Purnomo saat dikonfirmasi Tribunnews, Senin (11/10/2021).

Yudi menjabarkan, satu di antara tujuh rekannya yang kini berdagang adalah mantan fungsional Biro Hukum KPK Juliandi Tigor Simanjuntak.

Tigor, sapaan karib Juliandi Tigor Simanjuntak, memilih untuk berjualan nasi goreng.

Menurut Yudi, Tigor berjualan nasi goreng di daerah rumahnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved