Breaking News:

Bupati Siak Alfedri Menangis Tersedu-sedu, Air Matanya Mengalir Saat Pidato HUT Kabupaten Siak ke 22

Bupati Siak Alfedri menangis tersedu-sedu, air matanya mengalir saat pidato Hari Ulang Tahun atau HUT Kabupaten Siak ke 22.

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Pemkab Siak
Bupati Siak Alfedri Menangis Tersedu-sedu, Air Matanya Mengalir Saat Pidato HUT Kabupaten Siak ke 22. Foto: Bupati Siak Alfedri 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Bupati Siak Alfedri menangis tersedu-sedu, air matanya mengalir saat pidato Hari Ulang Tahun atau HUT Kabupaten Siak ke 22.

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun atau HUT Kabupaten Siak ke 22 pada Selasa (12/10/2021) berlangsung di lapangan upacara kantor bupati Siak dipimpin Bupati Siak Alfedri .

Upacara ini diikuti oleh seluruh OPD di lingkungan Pemkab SiaK, Forkompimda, TNI, Polri dan siswa dan Bupati Siak Alfedri sebagai inspektur upacara.

Upacara peringatan HUT Siak ke 22 tahun ini membuat Bupati Siak Alfedri menangis terharu.

Pada saat menyampaikan amanatnya sebagai inspektur upacara, suara Alfedri tiba-tiba terdengar berat, sendat dan serak.

Sesekali ia tersedu. Hal tersebut membuat suasana semakin khidmat.

Terlebih saat Alfedri menceritakan perkembangan kabupaten Siak sejak awal hingga saat ini.

Di tengah khidmatnya upacara tersebut, ternyata Alfedri terus meneteskan air mata saat berdiri di podium inspektur upacara dalam membacakan amanatnya.

“Bertepatan hari ini, 22 tahun yang lalu, 12 Oktober 1999, tonggak sejarah baru telah berdiri, secara resmi Siak menjadi daerah otonomi baru melalui terbitnya undang-undang nomor 53 tahun 1999,” kata Alfedri.

Saat ia meneruskan amanat tersebut, airmatanya mengalir mengenang sejarah perjuangan masyarakat Siak sampai daerah ini maju hingga sekarang.

Menurutnya tonggak sejarah kabupaten Siak tersebut tidak berdiri sendiri.

“Hal yang selalu kita sadari bersama bahwa tonggak sejarah tersebut tidaklah semata-mata berdiri sendiri.

namun marwah yang berhasil kita bangun dan tegakkan ini ialah buah dari tekad dan semangat perjuangan yang dirintis dengan susah payah oleh pendahulu kita,” kata Alfedri dengan suara yang semakin berat.

Ia menceritakan, para pejuang pendiri kabupaten Siak tidak menempuh jalan mulus untuk mencapai tujuan tersebut.

Harapan para pendahulu tersebut daerah otonomi baru ini dapat memberikan kemudahan pelayanan publik dan mempercepat pemerataan pembangunan di segala bidang.

Lanjut Alfedri, dalam perjalanannya kabuaten Siak terus berbenah, membangun sendi-sendi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Pemkab Siak tidak hanya membangun kawasan perkotaan saja, namun pembangunan digesa hingga menjangkau ceruk -ceruk kampung dan pedesaan.

“Saya benar -benar terharu pada hari ini. Saya ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada segenap tokoh pejuang dan pendiri kabupaten Siak,” kata Alfedri.

Menurut Alfedri, berkat perjuangan tokoh terdahulu tersebutlah maka Siak mencapai perkembangan yang signifikan hingga saat ini.

Maka, Alfedri meminta peserta upacara dan masyarakat luas untuk tidak melupakan para pendahulu serta memberikan doa yang tidak pernah putus.

“Perenungan akan latar belakang peristiwa bersejarah ini hendaknya menjadi ruh dan semangat yang terpatri dalam tema peringatan HUT kabupaten Siak yang ke 22 ini, yakni dengan semangat kebersamaan hari jadi ke 22 kabupaten Siak, kita bangkit dari pandemi Covid 19, menuju Siak tangguh dan Siak tumbuh,” kata dia.

Alfedri menambahkan, tema tersebut sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat Siak dalam mewujudkan tujuan dasar otonomi daerah.

Peringatan HUT Siak ke 22 ini menjadi perayaan dan kebanggaan seluruh masyarakat kabupaten Siak.

( Tribunpekanbaru.com / Mayonal Putra )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved