Breaking News:

Didakwa Rugikan Negara Rp1,1 Miliar, Penasihat Hukum dan Istri Antar Rp50 Juta ke Kejari Siak

Terdakwa korupsi belanja langsung di kantor Camat Kandis berupaya kembalikan kerugian negara. Didakwa rugikan negara Rp1,1 M, antar uang Rp 50 juta

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Tim Pidsus Kejari Siak menghitung uang yang dititipkan terdakwa kasus korupsi di Kecamatan Kandis, Selasa (12/10/2021) di kantor Kejari Siak. Tribunpekanbaru.com/Mayonal Putra 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Terdakwa kasus korupsi belanja langsung di kantor Camat Kandis Jumadiyono berupaya mengembalikan kerugian negara. Didakwa rugikan negara Rp1,1 miliar, uang yang diantar Rp 50 juta.

Penasihat Hukum (PH) dan istrinya datang ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak, Selasa (12/10/2021).

Tujuannya untuk mengantarkan sebagian kecil uang dalam rangka mengganti kerugian negara.

Proses penitipan sebagian kecil uang dari kerugian negara ini diterima pihak Kejari Siak melalui Kasi Pidsus Huda Hazamal (Hedy).

Ia didampingi Kasusbsi Penyidikan Pidsus Kejari Siak Wirawan Prabowo, Kasi Intel Kejari Saldi dan jajaran.

Proses serah terima penitipan uang itu dilaksanakan di aula kantor Kejari Siak.

Istri terdakwa Jumadiyono, inisial HN bersama Penasihat Hukum terdakwa Wismar Harianto membawa uang pengembalian kerugian negara itu sebanyak Rp 50 juta.

Penitipan uang ini jauh dari kerugian negara di kantor Camat Kandis yang diakibatkan perbuatan terdakwa, yakni Rp 1,137 miliar.

"Ini itikad baik dari klien kami untuk memgembalikan kerugian negara. Uang sebanyak Rp 50 juta ini hanyalah sebagian dari uang yang akan dikembalikan nanti, sebab klien kami bertanggungjawab atas berapapun besar kerugian negara nanti," kata Wismar.

Ia menjelaskan, pada dakwaan Kejari Siak besar kerugian negara memang Rp 1,137 miliar, namun belum ada ketetapan berapa uang yang akan dikembalikan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved