Breaking News:

Eks Petinggi PD Tuah Sekata Pelalawan Dituntut 8 Tahun Penjara, Dugaan Korupsi Operasi Kelistrikan

JPU menuntut mantan petinggi PD Tuah Sekata Pelalawan, Afrizal, dengan hukuman penjara 8 tahun dalam kasus dugaan korupsi operasi kelistrikan.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Internet
JPU menuntut mantan petinggi PD Tuah Sekata Pelalawan, Afrizal, dengan hukuman penjara 8 tahun dalam kasus dugaan korupsi operasi kelistrikan. Foto Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan petinggi PD Tuah Sekata Pelalawan, Afrizal, dengan hukuman penjara 8 tahun dalam kasus dugaan korupsi operasi kelistrikan.

Mantan Kepala Divisi Listrik di BUMD Kabupaten Pelalawan itu, menjadi pesakitan dalam perkara dugaan korupsi dana kegiatan operasional kelistrikan tahun 2013-2016.

Tuntutan dibacakan JPU pada sidang lanjutan secara virtual di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, dipimpin hakim Dedi Kuswara, Senin petang.

Dalam tuntutannya, Jaksa menyatakan Afrizal terbukti bersalah melakukan rasuah sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undang (UU) RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Afrizal dengan pidana penjara selama 8 tahun," ujar Jaksa Jumieko Andra dari Kejari Pelalawan.

Afrizal turut dibebankan membayar denda sebesar Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan penjara. Terdakwa juga diminta untuk mengembalikan uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp3,8 miliar lebih.

"Jika terdakwa tidak dapat membayar uang pengganti dalam waktu 1 bulan setelah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap maka harta bendanya dapat disita dan dilelang jaksa untuk membayar uang pengganti," ucap JPU.

"Dan jika terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun," sambungnya.

Atas tuntutan itu, majelis hakim memberikan kesempatan kepada Afrizal untuk mengajukan pledoi. Nota pembelaan akan disampaikannya pada persidangan berikutnya.

Dalam dakwaan JPU sebelumnya disebutkan jika perbuatan terdakwa berawal pada 2012 lalu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved