Breaking News:

Ssst Ada Saksi Tak Diketahui Rimbanya, Bikin Kasus Dugaan Korupsi Kasbon APBD Inhu Terkendala, Lho?

Proses penyidikan kasus dugaan korupsi kasbon APBD Inhu 2005-2008 sebesar Rp114 miliar, mengalami kendala

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
KOMPAS.COM/IDON
Gedung Kejati Riau. Kasus dugaan korupsi kasbon APBD Inhu di Kejati Riau terkendala gara-gara ada saksi yang tak diketahui rimbanya. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Proses penyidikan kasus dugaan korupsi kasbon APBD Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) 2005-2008 sebesar Rp114 miliar, mengalami kendala.

Pasalnya, 1 orang saksi belum bisa diperiksa untuk dimintai keterangannya perihal dugaan rasuah yang sedang didalami itu.

Bahkan keberadaan saksi yang dimaksud, tak lagi diketahui di mana.

Kasus ini, ditangani oleh tim jaksa penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau.

Kasus ini merupakan pengembangan dari mantan Bupati Inhu, Thamsir Rahman yang sudah lebih dulu dijerat dan kini sedang menjalani proses hukuman.

Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Marvelous menerangkan, penyidik kini masih mengumpulkan keterangan saksi serta alat bukti.

“Perkara itu penyidikan. Ini kan pengembangan (kasus yang menjerat Thamsir Rahman),” kata Marvelous, Selasa (12/10/2021).

Dalam pengusutan perkara tersebut dipaparkan Marvelous, penyidik mendapati kendala pemeriksaan terhadap saksi berinisial A.

Saksi dari pihak swasta yang disinyalir turut menikmati dana kasbon. Dia sudah tiga kali mangkir dari pemeriksaan.

“Ada satu orang saksi berinisial A, terkendala pemeriksaannya. Sudah tiga kali dipanggil tidak datang,” ucapnya.

Ketika disinggung apakah dilakukan upaya penjemputan paksa terhadap A, Marvelous menuturkan, hal itu belum bisa dilakukan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved