Breaking News:

Video Berita

Video: Sekelompok Pemuda Melakukan Penyerangan Terhadap Nakes di RSU HKBP Balige

Rekaman CCTV pernyerangan dokter dan tenaga kesehatan RSU HKBP Balige beredar di kalangan awak media.

Editor: aidil wardi

TRIBUNPEKANBARU.COM - Rekaman CCTV pernyerangan dokter dan tenaga kesehatan RSU HKBP Balige beredar di kalangan awak media.

Dikonfirmasi jurnalis Plt Direktur RSU HKBP membernarkan peristiwa tersebut pada 11 Oktober 2021.

Ia menjelaskan awalnya sekelompok pemuda cekcok karena merasa tidak mendapat penanganan cepat, padahal dokter dan tenaga kesehatan sudah melakukan pemeriksaan.

“Pada saat nakes (tenaga kesehatan) kami, dokter kami yang berada di IGD sudah melakukan penanganan pertama. Apa yang menyebabkan kejadian ini? saat pemuda ini datang, langsung menanyakan tanpa melihat apa yang sudah kita kerjakan, mempertanyakan bahwa sepertinya kita tidak melakukan pelayanan yang baik,” ujar Plt Direktur RS HKBP Balige dr Benny Sinaga .

“Keadaan pasien ini adalah tidak sadar dan gelisah. Memang, dalam kegelisahan pasien ini sangat lazim bagi pasien-pasien yang cedera pada kepala dan kita sudah melaksanakan therapy-therapy supportif untuk pasien hingga kondisi pasien stabil,” sambungnya.

Setelah melakukan penanganan pertama, sekelompok pria tersebut menanyai seputar kinerja rumah sakit dalam penanganan pasien tersebut.

“Dokter di sana pun harus mengetahui identitas pasien agar para dokter bisa melakukan pemeriksaan penunjang. Tapi, terjadi perundingan-perundingan yang menyebabkan keributan dan kelompok pemuda ini langsung melakukan anarkis dan merasa tidak puas,” terangnya.

Ia juga menegaskan bahwa pasien tersebut mengeluarkan aroma alkhohol.

“Pada saat pemeriksaan fisik, kita pelajari kronologisnya, pasien itu berbau alkhohol. Dan ini tercantum pada kronologi. Tentunya, kami pun melihat kondisi pasien dalam keadaan tak sadar,” terangnya.

Akibat tindakan anarkis sekelompok pria tersebut, fasilitas rumah sakit mengalami rumah sakit.

“Sekelompok pemuda itu ada sekitar 4 hingga 5 orang datang secara tiba-tiba. Fasilitas rumah sakit yang rusak adalah pembatas komunikasi antara dokter dengan pasien, itu yang terlempar dan tergeletak di lantai,” terangnya.

“Ada juga buku yang dilempar ke dokter. Pada saat kejadian itu, karena kami merasa bahwa hal itu anarkis, maka kami langsung melaporkan ke polisi secara lisan. Kami segera melaporkan ke polisi dan secara tertulis, kami juga harus menyurati polisi supaya masalah ini jangan berkembang,” sambungnya.

Dengan demikian, pihaknya akan menyerahkan kepada pihak berwenang.

“Biarlah kami serahkan ini kepada pihak polisi. Rumah sakit ini adalah pelayanan publik, semua yang terjadi di sini, tindakan yang sifatnya anarkis tentukan akan kami serahkan semua ke bagian pihak yang berwajib,” terangnya.

“Biarlah hukum yang berbicara. Kami akan menyurati kepolisian dan bagian hukum yang menanganinya,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved