Breaking News:

Video Berita

VIDEO Viral Manuver Berbahaya Bus Mayasari Bakti, Libas Cone Pembatas Jalan dan Langgar Marka Serong

Bus melintasi marka chevron atau marka serong yang umum terpasang di persimpangan jalan masuk/keluar tol. Sejumlah cone pembatas jalan turut dilibas.

Editor: jefri irwan

TRIBUNPEKANBARU.COM - Viral unggahan video yang memperlihatkan unit bus Mayasari Bakti melakukan manuver berbahaya di dekat Exit Tol Halim, Jakarta, pada Senin (11/10/2021) pagi.

Disebut melakukan manuver berbahaya, sebab bus tersebut menyalip sejumlah kendaraan di depannya lewat sisi kiri.

Bus memanfaatkan lebarnya persimpangan jalan di sisi kiri lalu langsung memaksa masuk ke barisan kendaraan.

Pada video yang diunggah oleh akun Instagram dashcam_owners_indonesia tersebut, nampak bus melintasi marka chevron atau marka serong yang umum terpasang di persimpangan jalan masuk/keluar tol.

Sejumlah cone pembatas jalan turut dilibas.

Viral unggahan video yang memperlihatkan unit bus Mayasari Bakti melakukan manuver berbahaya di dekat Exit Tol Halim, Jakarta, pada Senin (11/10/2021) pagi.
Viral unggahan video yang memperlihatkan unit bus Mayasari Bakti melakukan manuver berbahaya di dekat Exit Tol Halim, Jakarta, pada Senin (11/10/2021) pagi. (Ist)

Tidak perlu dipertanyakan kembali, pengemudi bus mutlak salah karena melanggar marka jalan. Selain itu, ia juga tidak memiliki etika dalam berlalu lintas.

Sebab manuver menyalip dari sisi kiri dengan memanfaatkan lebar jalan di persimpangan membahayakan pengguna jalan lain.

Terlebih, marka chevron atau marka serong yang terpasang membentuk garis utuh tidak terputus, yang berarti tanda larangan untuk diinjak atau dilintasi.

Mengutip Permenhub Nomor 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan Pasal 1 ayat (4), dijelaskan marka serong adalah marka jalan yang membentuk garis utuh yang tidak termasuk dalam pengertian marka membujur atau marka melintang, untuk menyatakan suatu daerah permukaan jalan yang bukan merupakan jalur lalu lintas kendaraan.

Baca juga: VIDEO: BBM Solar Langka, Antrian Panjang Kendaraan Terjadi di Sejumlah SPBU di Pekanbaru

Marka chevron kerap dipasang pada lokasi pertemuan dua jalur guna mencegah terjadinya kecelakaan di jalan tol.

Selain itu, di beberapa ruas jalan tol yang rawan kecelakaan juga dipasang marka ini meski tidak ada percabangan jalan.

Dari perspektif hukum, sopir bus Mayasari Bakti yang terekam pada video tersebut dapat dikenai sanksi akibat melintasi marka chevron.

Hal ini tertulis pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tepatnya pada Pasal 287 ayat (1).

Bagi pelanggar marka jalan dapat diberi sanksi berupa pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak sebesar Rp 500.000. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved