Breaking News:

OPINI

Bahaya Peredaran Narkoba Melalui Jalur Laut di Indonesia

Luasnya jalur laut yang dimiliki Indonesia menjadi tempat rawan bagi bandar narkoba untuk menyelundupkan barang haram tersebut

Editor: Rinal Maradjo
unsplash.com
Ganja. salah satu narkotika yang banyak beredar di Indonesia. 

Di segi usia, penyalahgunaan narkoba sendiri melibatkan anak-anak usia dini, remaja, orang dewasa, lansia, dan bahkan bayi dan balita pun dijadikan sebagai objek dan korban dari penyalahgunaan narkoba itu sendiri.

Di segi profesi, penyalahgunaan narkoba juga melibatkan banyak pihak baik siswa-siswa di berbagai tingkatan sekolah di Indonesia, artis dan public figure, hingga para aparat
negara juga kerap terlibat di dalam kasus-kasus penyalahgunaan narkoba.

Di sisi lain penyalahgunaan narkoba ini menjadi sulit untuk ditangani dikarenakan peredarannya yang sangat sulit untuk diatasi.

Faktanya, permasalahan narkoba tidaklah melibatkan hanya satu atau dua orang saja, melainkan melibatkan banyak negara sehingga kejahatan narkoba juga disebut sebagai kejahatan transnasional atau juga disebut sebagai International Crime.

Jaringan-jaringan tersebut memiliki sistem pengedaran dan juga rutenya sendiri yang sangat rahasia yang membuat penanganan terhadap peredaran narkoba itu sulit untuk diungkap dengan waktu yang singkat.

Salah satu jalur atau rute yang digunakan dan sulit untuk diungkap adalah melalui jalur laut.

Seperti yang pernah disampaikan oleh mantan Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Komjen Pol. (Purn). Drs. Heru Winarko, S.H. bahwa 80% penyelundupan narkoba ke Indonesia dilakukan melalui jalur laut dan dengan mayoritas geografis Indonesia yang berupa lautan menjadikan jalur laut sebagai jalur favorit para sindikat pengedar.

Terdapat 3 jalur utama peredaran Narkoba di Asia Tenggara yang tentunya juga bertanggung jawab atas masuknya narkoba ke Indonesia.

Jalur pertama disebut “The Golden Triangle” yang meliputi Thailand, Myanmar, dan Laos.

Jalur Kedua adalah The Golden Crescent yang melibatkan Afghanistan, Pakistan, dan Irak. Yang terakhir disebut dengan “The Golden Peacock” yang berasal dari Amerika Latin.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved