Breaking News:

Kabar Kadis ESDM Riau Siap Tempuh Praperadilan Setelah Ditetapkan Tersangka, Kajari: Silakan Saja

Kadis ESDM Riau dikabarkan siap menempuh praperadilan setelah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM/RIZKY ARMANDA
Kadis ESDM Riau dikabarkan siap menempuh praperadilan setelah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi. FOTO: Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau, Indra Agus Lukman resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kadis ESDM Riau dikabarkan siap menempuh praperadilan setelah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing, Hadiman, memberikan tanggapan atas beredarnya kabar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (Kadis ESDM) Riau, Indra Agus Lukman akan menempuh praperadilan setelah ditetapkan tersangka.

Sebagaimana diketahui, Indra Agus Lukman baru saja menyandang status tersangka dalam perkara dugaan korupsi terkait kegiatan Bimtek dan Pembinaan Bidang Pertambangan serta akselerasi di Dinas ESDM Kuansing, ke Provinsi Bangka Belitung tahun 2013-2014.

Saat itu, Indra Agus menjabat Kadis ESDM Kuansing.

Anggaran kegiatan bersumber dari APBD Kuansing, sebesar Rp765.512.700. Kerugian negara ditaksir Rp500.176.250.

Menurut Hadiman, penetapan status tersangka kepada Indra Agus Lukman, dilakukan penyidik setelah mengantongi alat bukti yang cukup.

Hadiman menegaskan, pihaknya tidak masalah jika Indra Agus Lukman, memilih untuk menggugat jaksa terkait status tersangka tersebut lewat jalur praperadilan. Hadiman yakin, jaksa sudah melakukan tugas secara profesional.

"Silakan saja dia mengajukan (praperadilan). Itu hak dari pada tersangka, apakah itu mengajukan praperadilan, atau apakah upaya lain, silakan," kata Hadiman, Rabu (13/10/2021).

"Kami juga mempunyai hak, artinya memproses sampai ke pengadilan. Bukti-bukti yang kami temukan lebih dari dua alat bukti. Apalagi ini ada dalam putusan pengadilan, bahwa ada perbuatan tindak pidana korupsi bersama-sana terpidana Edisman dan Ariadi," imbuhnya.

Edisman dan Ariadi, sudah menyandang status terpidana dalam perkara yang sama. Edisman ketika itu menjabat selaku Bendahara Pengeluaran Dinas ESDM Kuansing dan Ariadi merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved