Breaking News:

Kapolsek Percut Sei Tuan Dan Kanit Resintel Dicopot Usai Tetapkan Pedagang Sayur Sebagai Tersangka

Menurut Argo, berdasarkan audit, disimpulkan bahwa penyidikan terhadap kasus dugaan penganiayaan itu tidak profesional.

Tangkap layar kanal YouTube KompasTV
Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kapolsek Percut Sei Tuan dan Kanit Resintelnya akhirnya dicopot dari jabatannya usai menetapkan seorang pedagang sayur yang diperas dan dianiaya preman pasar Gambir, Deliserdang sebagai tersangka.

Pedagang sayur yang bernama Liti Wari Iman Gea ditetapkan sebagai tersangka setelah dilaporkan oleh preman yang berinisial BS. 

Sebelum melaporkan Liti Wari Iman Gea, BS dan tiga rekannya memeras dan menganiaya pedagang sayur tersebut.

BS melaporkan Liti Wari Iman Gea karena merasa mendapatkan kekerasan saat melakukan pemerasan dan penganayaan terhadap pedagang sayur tersebut.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, Kanit Resintel Polsek Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumatera Utara, telah resmi dicopot pada 12 Oktober 2021.

Kanit Resintel itu diberhentikan dari jabatannya bertalian dengan kasus seorang pedagang pasar yang diduga dianiaya di Pasar Gambir, Percut Sei Tuan, Medan tetapi sama-sama ditetpkan sebagai tersangka dengan pelaku.

"Per 12 Oktober, Kanit Resintel Polsek Percut Sei Tuan dicopot. Pencopotan jabatannya oleh Kapolrestabes Medan," kata Argo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Argo mengungkapkan, pencopotan itu dilakukan setelah adanya audit terhadap penyidikan yang dilakukan polsek setempat.

Menurut Argo, berdasarkan audit, disimpulkan bahwa penyidikan terhadap kasus dugaan penganiayaan itu tidak profesional.

"Ditemukan adanya penyidikan yang tidak profesional yang dilakukan oleh Polsek Percut Sei Tuan," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved