Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Polemik Pasar Induk, DPRD Pekanbaru Minta PT ARB Harus Game Over

PT Agung Rafa Bonai (ARB), selaku kontraktor pelaksana Pasar Induk Pekanbaru, nampaknya harus dipenalti.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Proyek pembangunan pasar induk di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Pekanbaru hingga kini masih terbengkalai. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - PT Agung Rafa Bonai (ARB), selaku kontraktor pelaksana Pasar Induk Pekanbaru, nampaknya harus dipenalti.

Sebab sejak dibangun tahun 2016 lalu sampai sekarang, progres pembangunannya masih di bawah 50 persen.

Kondisi ini membuat Pasar Induk mangkrak. Pemko Pekanbaru harus mengambil langkah tegas, jika perlu PT ARB harus game over.

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Pasla menegaskan, Pemko harus mencarikan kontraktor yang betul-betul serius melanjutkan pembangunan Pasar Induk ini.

"Kita tunggu realisasi janji Pemko memanggil kontraktor pembangunan PT ARB, untuk bersikap tegas. Pemko harus mempertanyakan kesanggupan mereka. Kan sudah dilakukan tiga kali adendum. Sudah habis habis la," tegas Roni Pasla kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (13/10/2021).

Diakuinya, Pemko Pekanbaru sudah cukup memberikan kepercayaan terhadap PT Agung Rafa Bonai dan sistem BOT yang sudah disepakati. Namun kepercayaan tersebut tidak dilaksanakan dengan baik.

"Sejauh ini kita hargai kerjasama ini, antara Pemko dengan PT ARB, yang dibangun sejak 2016 silam.  Dan harusnya 2019 ini sudah selesai dan sudah dapat digunakan oleh masyarakat. Tapi bisa kita lihat sekarang kondisinya," sebutnya. 

Seharusnya Pasar Induk saat ini sudah bisa mendatangkan PAD. Karena peruntukannya, selain penataan pasar juga pusat bongkar muat.

Dengan gelagat yang terjadi saat ini, PT ARB terkesan tidak sanggup untuk menyelesaikan pembangunan Pasar Induk. Maka kebijakan Pemko lah yang ditunggu sekarang.

Apakah tetap memperpanjang atau  memutus kontraknya, lalu menunjuk kontraktor baru.

Disinggung apakah Pemko akan melanjutkan dengan APBD?

"Mengapa tidak, tentu ini jauh lebih menguntungkan bagi pedagang terhadap sewa dan operasional nya nanti," harapnya seraya mengatakan, bahwa di Jakarta, Pemerintah Pasar Jaya mengelola Pasar Tanah Abang yang PAD nya cukup luar biasa.

"Kalau Pemko bisa begitu, tentu dengan kekuatan anggarannya harus sesuai. Namun, jika tak sanggup, jangan dipaksakan. Tapi yang penting, jika dipihakketigakan lagi maka harus jelas dan pasti," harapnya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved