Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Wagubri Edi Natar Nasution Melepas Jenazah Almarhum Datuk Seri Al Azhar

Dimata Edi Natar Nasution Al Azhar sangat peduli dengan persoalan rakyat di Riau, bahkan sangking pedulinya kalau ada yang mengganjal selalu melakukan

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ada sedikit cerita Wakil Gubernur Riau Edi Natar Nasution saat melepas jenazah almarhum Al Azhar di kediaman duka Rabu (13/10/2021).

Ternyata selama ini Al Azhar sering mendatangi Edi Natar untuk menyampaikan permasalahan.

Bahkan dari cerita Edi Natar yang memanggil Abang kepada Al Azhar meskipun sebenarnya Edi Natar lebih tua itu, Al Azhar sempat datang dua kali menemui Edi Natar dan ingin mengundurkan diri sebagai pengurus di Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.

"Dia sering menemui saya kalau ada yang terganjal di pikirannya selalu datang ke saya, dan dia sempat menyampaikan dua kali mau mundur dari jabatannya (Ketua MKA),"ujar Edi Natar Nasution saat melepas jenazah almarhum.

Dimata Edi Natar Nasution Al Azhar sangat peduli dengan persoalan rakyat di Riau, bahkan sangking pedulinya kalau ada yang mengganjal selalu melakukan diskusi dengan Edi Natar.

"Begitulah tingkat kepeduliannya dan bertanggungjawab nya memegang jabatan sangat luar biasa,"ujar Edi Natar.

Edi Natar mengulang kembali cerita dua hari lalu saat dia diberi kabar oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau tentang kondisi kesehatan almarhum.

"Dua hari lalu saya menerima WA dari pak Yose Rizal, kadis Kebudayaan tentang kondisi almarhum, untuk menyemangati beliau saya juga ceritakan kalau sebelumnya sempat operasi empedu dan bahkan saya hidup sekarang ini tanpa empedu,"ujar Edi Natar Nasution.

Namun Allah berkehendak lain, budayawan yang juga tokoh masyarakat Riau itu pergi untuk selamanya dan meninggalkan duka mendalam bagi Riau.

"Pelajaran apa yang bisa didapatkan dari kejadian ini, siapapun akan mati. Oleh karena itu kita yang ada didepan jenazah ini menunggu giliran saja,"ujar Edi Natar.

Nasehat kedua menurut Edi Natar yang perlu diambil dari kematian tersebut, bahwa semuanya yang ada di dunia ini tidak ada apa-apa Dimata sang pencipta.

"Kita bukan siapa-siapa kita lahir tidak punya apa-apa dan tidak akan ada membawa apa-apa saat kembali, hanya membawa kain putih sebagai pembalut badan kita, hanya butuh amal ibadah,"ujar Edi Natar.

Edi Natar menambahkan, semuanya harus mengambil hikmah dari kematian iti.

"siapapun kita, pejabat kita pada akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa,"ujar Edi Natar.

(tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved