Breaking News:

Alamak! Uang Korupsi Dipakai Bayar Wanita Penghibur, Fakta Lain Rasuah yang Jerat Kadis ESDM Riau

Uang korupsi dari dana Bimtek di Dinas ESDM Kuansing ke Provinsi Bangka Belitung ternyata juga dipakai bayar wanita penghibur

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Dian Maja Palti Siahaan
Kepala Kejari Kuansing, Hadiman SH, MH membuka fakta lain terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Kadis ESDM Riau. Uang korupsi juga dipakai untuk bayar wanita penghibur. 

Sementara terkait adanya pengembalian kerugian negara, itu dibenarkannya.

Hanya saja, itu terjadi saat dua pesakitan sebelumnya akan menghadapi sidang dengan agenda tuntutan.

"Itu tidak menghapus pidana. Hanya meringankan karena sudah diproses dalam persidangan," sebut dia.

Dalam kesempatan itu, Hadiman menyampaikan terkait adanya surat pernyataan dari Edisman dan Ariadi yang mengakui bahwa mereka yang bertanggung jawab dalam perkara itu.

Namun, kata Hadiman, surat itu dibuat setelah mereka divonis dan status perkara telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

"Mereka sudah divonis, barulah membuat surat pernyataan. Entah siapa yang membuat itu dan sebagainya. Namun pada saat kita tanya saksi Edisman dan Ariadi mengakui kalau buat surat pernyataan itu setelah putusan pengadilan," ucap Hadiman.

Penanganan perkara yang menjerat Indra Agus Lukman ini, dilakukan penyidik pada Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kuansing.

Indra Agus Lukman langsung dijebloskan ke penjara usai ditetapkan tersangka. Dia dititipkan di Rutan Mapolres Kuansing untuk 20 hari ke depan, dimulai sejak 12 hingga 31 Oktober 2021 mendatang.

( Tribunpekanbaru.com / Rizky Armanda )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved