Breaking News:

Kasus Penguasaan Mobil Dinas Anggota DPRD Pekanbaru Ida Yulita Susanti Naik ke Penyelidikan

Pengusutan kasus penguasaan mobil dinas oleh anggota DPRD Pekanbaru, Ida Yulita Susanti, naik ke tahap penyelidikan.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com
Pengusutan kasus penguasaan mobil dinas oleh anggota DPRD Pekanbaru, Ida Yulita Susanti, naik ke tahap penyelidikan. FOTO: Kejari Pekanbaru mengmankan 2 unit mobil dinas yang dikuasai mantan pejabat Pemko 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pengusutan kasus penguasaan mobil dinas oleh anggota DPRD Pekanbaru, Ida Yulita Susanti, naik ke tahap penyelidikan.

Saat ini kasus ditangani tim jaksa Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. Sebelum ditingkatkan ke penyelidikan, pengusutan masih dalam tahap pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan data.

Diyakini, dinaikkannya tahap penanganan kasus ke penyelidikan ini, lantaran jaksa menemukan adanya indikasi awal perbuatan melawan hukum.

Ida Yulita Susanti merupakan terlapor dalam perkara dugaan pelanggaran Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota DPRD.

Dirinya diduga menerima tunjangan transportasi, sementara dirinya juga menggunakan kendaraan dinas.

Saat masih ditahap pulbaket dan data, politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu sudah pernah dipanggil besok untuk menjalani proses klarifikasi, tepatnya pada Senin (27/9/2021) lalu.

"Yang jelas sudah kita tingkatkan ke sprinlid (surat perintah penyelidikan,red) Intel. Sebelumnya masih pul data," ujar Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru Teguh Wibowo melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Lasargi Marel, Kamis (14/10/2021).

Diungkapkan Marel, pihaknya kini masih terus melakukan pendalaman. Meski ditemukan indikasi adanya perbuatan melawan hukum, namun belum bisa dipastikan apakah ada unsur kerugian keuangan negara di dalamnya.

"Dia (Ida Yulita) itu bukan pimpinan, tapi anggota. Kalau di aturan kan pimpinan itu ada tersendiri. Kita akan dalami lagi," tutur Marel.

Sebagaimana diketahui, Ida dilaporkan massa dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda se-Provinsi Riau (AMPR) Kota Pekanbaru ke Korps Adhyaksa Pekanbaru, beberapa waktu lalu.

Tengku Ibnul Ichsan selaku Ketua AMPR Kota Pekanbaru mengungkapkan, pihaknya memang menemukan kejanggalan terkait perbuatan Ida Yulita Susanti. Maka dari itu, AMPR pun memilih melaporkan Ida ke kejaksaan.

"Kami ada menyerahkan barang bukti, alat bukti berupa data gaji dia dan (foto) mobil yang digunakannya. Itu dari tahun 2017 sampai 2021," ucapnya.

Lanjut dia, atas laporan itu, pihaknya berharap agar jaksa segera menindaklanjutinya. Jika terbukti, pihaknya berharap Ida dikenakan sanksi pidana.

"Harapan kami, Kejari Pekanbaru segera mengusut tuntas kasus ini. Kalau bisa Ida ini jangan hanya dikenakan sanksi administrasi saja, melainkan juga sanksi pidana," paparnya. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved