Breaking News:

Al Azhar Meninggal Dunia

Kenang Petuah Semasa Hidup, Lembaga Adat Tapung Ikut Berduka Datuk Seri Al Azhar Wafat

Duka mendalam atas wafatnya Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri Al Azhar, turut dirasakan Lembaga Adat Tapung.

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Ariestia
Istimewa
Ketua DPH Lembaga Adat Kenegerian Tapung (LAKTA), Sarkawi Datuk Mongguong Kayo 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Duka mendalam atas wafatnya Ketua Umum Majelis Kerapatan Adar (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Datuk Seri Al Azhar, turut dirasakan Lembaga Adat Tapung.

Ungkapan belasungkawa disampaikan oleh Ketua DPH Lembaga Adat Kenegerian Tapung (LAKTA), Sarkawi Datuk Mongguong Kayo.

"Kami dari Ninik Mamak, pemangku adat, penguasa tanah ulayat Kenegerian Tapung turut berduka cita yang sedalam-dalamnya," ungkapnya kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (13/10/2021) siang.

Sarkawi terkenang dengan petuah berharga dari almarhum. Ia mengatakan, Al Azhar berpesan agar martabat Riau mesti tetap dijaga. Martabat itu dimaknai dengan Riau yang merdeka.

"Merdeka dalam arti luas. Riau yang bebas dari kemiskinan, Riau yang sejahtera dan masyarakatnya jadi tuan di negeri sendiri," ujar Sarkawi.

Bagi Sarkawi sendiri maupun LAKTA, Al Azhar adalah tokoh yang selalu getol memperjuangkan kemaslahatan Riau. Tokoh yang disegani dan dihormati.

"Sulit mencari sosok yang seperti beliau," kata Sarkawi. Ia juga terkesan dengan perhatian almarhum kepada anak kemenakan. Tak terkecuali di Kenegerian Tapung.

Sarkawi menyebut contoh terbaru. Al Azhar membuka jalan bagi beberapa anak kemenakan untuk bekerja di PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) dalam pengelolaan Blok Rokan setelah lepas dari PT. Chevron Pasific Indonesia (CPI). Perjuangan tersebut berbuah hasil dan dirasakan anak kemenakan yang telah bekerja di PHR.

Sarkawi mengaku sudah mengenal Al Azhar sejak lama. Tokoh bergelar Doktor itu adalah guru baginya. Bahkan, ia juga pernah menjadi mahasiswa almarhum kala dia berkuliah di Universitas Islam Riau (UIR).

Menurut Sarkawi, LAKTA selalu berkoordinasi dengan almarhum dalam setiap kegiatan. Khususnya kegiatan yang berkaitan dengan ketanahulayatan. "Selamat jalan Datuk, guru, orangtua kami. Tunjuk ajarmu akan selalu kami ingat," tuturnya. (Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved