Breaking News:

PUISI Liris Ratapan In Memoriam Datuk Seri Al Azhar, Sebanding Gading Oleh Chaidir

Puisi Liris Ratapan Dr GP Ade Darmawi di sebuah grup WA, agaknya mewakili kesedihan yang mendalam masyarakat Melayu serantau

Penulis: Alex | Editor: Nolpitos Hendri
Tribunpekanbaru.com
PUISI Liris Ratapan In Memoriam Datuk Seri Al Azhar, Sebanding Gading Oleh Chaidir 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Puisi Liris Ratapan Dr GP Ade Darmawi di sebuah grup WA, agaknya mewakili kesedihan yang mendalam masyarakat Melayu serantau, bahkan dunia Melayu pada umumnya atas wafatnya Datuk Seri H Al Azhar pada Selasa 12 Oktober 2021, bertepatan 5 Rabiul Awal 1443 H malam.

Puisi Liris Ratapan dipersembahkan utnuk Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau Datuk Seri Al Azhar yang meninggal dunia pada Selasa (12/10/2021) di RS Awalbros Pekanbaru sekira pukul 22.04 WIB.

Datuk seri Al Azhar sebelumnya sempat mengalami kritis setelah menjalani operasi empedu yang dijalani pekan lalu dan setelah itulah muncul Puisi Liris Ratapan . Kabar meninggal ini pertama disebarkan putra almarhum Putra.

Berikut Puisi Liris Ratapan itu :

Telah wafat sebanding gading
Telah hilang penyandang belang
Telah tiada yang bernama
Allah Yarhamhu: Datuk Seri H. Al-Azhar

Ade Darmawi menyusun ungkapan tersebut sebagai analog metafora pribahasa:

Gajah mati meninggalkan gading
Harimau mati meninggalkan belang
Manusia mati meninggalkan nama.

Peribahasa tersebut dapat diartikan sebagai, seorang manusia akan selalu diingat budi dan jasa-jasanya walaupun ia sudah tiada.

Kini Datuk Seri telah berlayar sendirian di samudera budi luas tak bertepi.

Dia dilamun mesra ombak akal budi yang senantiasa menjadi obesinya semasa hidup dan kini dikhatamkannya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved