Breaking News:

Sengketa Warisan, Cucu di Binjai Gugat Nenek Renta Berumur 85 Tahun, Padahal Statusnya Adopsi?

Nenek renta berusia 85 tahun harus melawan cucu sendiri yang menggugatnya terkait sengketa warisan. Padahal menurut sang nenek,cucunya itu anak adopsi

Editor: Nurul Qomariah
TRIBUN MEDAN/SATIA
Norma (85), warga Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai bersama dengan kuasa hukumnya berjuang melawan gugatan yang diajukan oleh cucunya di Pengadilan Agama Kota Binjai. 

"Begitu tahu digugat, ya saya berontak. Sempat juga saya bertengkar. Sebab dia (Fadli) minta rumah dan usaha apotek. Karena emosi, saya bilang saja itu rumah dan usaha anak saya. Sebab dia itukan bukan anak kandung dari anak saya," ujar Norma.

Norma berharap, keadilan dapat berpihak kepadanya.

Sebab, dirinya merasa bahwa seluruh harta benda milik almarhum anaknya tidak akan diperjualbelikan.

Punya Dokumen Sah

Pernyataan berbeda diungkapkan Kuasa Hukum Penggugat, Hafiz Zuhdi.

Ia merasa heran dengan penolakan gugatan oleh pihak tergugat.

Sebab kliennya Fadli memiliki data kependudukan otentik yang menguatkan statusnya sebagai anak biologis dari pasangan Almarhum Taufik dan Almarhumah Efriwati.

"Menolak bagaimana? Toh kami punya data otentik, bahwa status klien kami itu anak kandung. Ini dibuktikan dari akta kelahiran dan ijazah. Bahkan pada Februari 2013 lalu, ada terbit surat keterangan ahli waris dari camat yang ditandatangani oleh ibunya Efriwati sebelum dia meninggal," kata dia.

Sebaliknya Hafiz menilai ada intervensi pihak-pihak tertentu, khusunya dari anak dan menantu tergugat yang berupaya mempengaruhi pikirannya.

Hal ini yang membuat sengketa hak waris semakin serius dan meluas.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved