Breaking News:

Tips Menghadapi Pinjaman Online Ilegal, OJK Ingatkan Masyarakat Jangan Tergiur

Tips menghadapi pinjaman online ilegal yang tawarannya sering datang, OJK mengingatkan agar masyarakat jangan tergiur.

Penulis: Alex | Editor: Ariestia
Capture
Kepala OJK Provinsi Riau, M Lutfi saat kegiatan Webinar Bertajuk Alternatif Permodalan Melalui Pergadaian dan Perusahaan Pembiayaan, Kamis (14/10/202). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tips menghadapi pinjaman online ilegal yang tawarannya sering datang, OJK mengingatkan agar masyarakat jangan tergiur.

Ragam kegiatan terus dilakukan oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau, dalam menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2021, dengan mengangkat sejumlah hal.

Pada kesempatan kali ini, OJK menggelar Webinar Bertajuk Alternatif Permodalan Melalui Pergadaian dan Perusahaan Pembiayaan, Kamis (14/10/202).

Kepala OJK Provinsi Riau, M Lutfi mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan pihaknya tersebut dapat terus meningkatkan literasi bagi masyarakat.

Sekaligus meningkatkan inklusi keuangan, khususnya di Provinsi Riau.

"Hingga saat ini, literasi dan juga inklusi keuangan kita masih rendah. Semoga dengan berbagai kegiatan ini bisa meningkatkan literasi juga inklusi keuangan kita," kata M Lutfi dalam kesempatan itu.

Ia juga berharap, agar lembaga keuangan lainnya semakin berinovasi dan terus mengembangkan produk-produknya, sehingga juga menjadi pemicu peningkatan inklusi keuangan tersebut.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Riau, Erwin Setiadi menyampaikan tentang pinjaman online ilegal.

Dikatakannya, walau sudah ada tindakan tegas dari pihak berwenang.

Namun hingga saat ini pinjaman online ilegal masih terus marak dan mengincar masyarakat sebagai korbannya.

Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan agar masyarakat selalu waspada dan tidak tergiur dengan pinjaman online ilegal, yang memberikan banyak kemudahan diawali, namun mencekik dikemudian.

"Yang perlu diwaspadai adalah, ciri pinjaman online tersebut biasanya mereka tanpa alamat kantor dan tanpa pengurus, kemudian cepat dan gampang pencairan, tak banyak seleksi," ujarnya.

Ciri lainnya dikatakannya adalah informasi bunga tak jelas, kemudian tiba-tiba melonjak dari 10 persen menjadi 20 persen dan seterusnya.

"Kalau kita ajukan, biasanya sebelum pencairan dia minta akses seluruh akses ponsel kita, sehingga ketika terjadi macet, maka mereka akan akses galeri foto kita, kemudian kontak dan lainnya," ulasnya.

Jika tiba-tiba dana masuk, ia mengingatkan agar dana tersebut jangan dipakai, bisa sebagai bukti bahwa dana itu tak pernah diinginkan. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved