Breaking News:

Video Berita

VIDEO: BBKSDA Riau Gagalkan Penyeludupan Ratusan Ekor Burung Prenjak Hingga Gelatik

setelah dicek, ternyata ada 3 jenis burung yang dibawa. Diantaranya Burung Prenjak Jawa sebanyak 525 ekor, Burung Gelatik Kelabu sebanyak 280 ekor,

Penulis: Rizky Armanda | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tim Seksi Konservasi Wilayah III, Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menggagalkan pengiriman ratusan ekor dari 3 jenis burung tanpa dilengkapi dokumen sah.

Dalam operasi ini, petugas mengamankan satu orang sopir mobil travel berinisial JM yang mengangkut satwa tersebut. Rekan JM berinisial M, juga ikut diperiksa.

Plh Kepala BBKSDA Riau, Hartono mengatakan, operasi penggagalan pengiriman burung tanpa dokumen sah ini dilakukan pada Senin (11/10/2021).

Lokasinya berada di Jalan Garuda Sakti, Km 6, Kota Pekanbaru.

Awalnya petugas mendapat informasi atau aduan dari masyarakat, terkait akan adanya transaksi pengangkutan burung tidak dilindungi tanpa dokumen sah.

"Tim segera turun dan mendapatkan barang temuan berupa 24 kotak berisi burung tanpa dilengkapi dokumen di lokasi. Tim segera membawa pengemudi mobil dan barang temuan ke kantor BBKSDA Riau. Tim melakukan pemeriksaan terhadap saudara JM dan saudara M, sesama supir travel yang membantu JM," kata Hartono, Kamis (14/10/2021).

Lanjut dia, setelah dicek, ternyata ada 3 jenis burung yang dibawa. Diantaranya Burung Prenjak Jawa sebanyak 525 ekor, Burung Gelatik Kelabu sebanyak 280 ekor, dan Burung Cinenen Kelabu sebanyak 35 ekor.

"Satwa tersebut bukan satwa yang diindungi, namun karena dalam pengangkutannya tidak disertai dokumen resmi maka wajib disita oleh negara untuk dikembalikan ke habitatnya," urai Hartono.

Sementara itu untuk sopir mobil pengangkut burung berinisial JM, telah menandatangani pernyataan bahwa yang bersangkutan menyatakan tidak akan mengulangi hal serupa dan bersedia diproses sesuai peraturan perundangan yang berlaku apabila tertangkap tangan membawa atau mengangkut satwa-satwa yang dilindungi ataupun tidak dilindungi namun tanpa dokumen resmi.

Untuk burung-burung yang disita, sudah dilepasliarkan kembali oleh petugas BBKSDA Riau ke habitatnya di kawasan konservasi, Selasa (12/10/2021).

Dipaparkan Hartono, pihaknya akan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui asal muasal satwa burung dan kepemilikannya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat, apabila akan membawa tumbuhan dan satwa liar serta bagian-bagiannya untuk keperluan komersil, cinderamata dan penelitian, harus dilengkapi dokumen.

Yakni Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa-Dalam Negeri (SAT-DN) untuk tujuan Dalam Negeri, dan SAT-LN untuk tujuan Luar Negeri, sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar.

( Tribunpekanbaru.com / Rizky Armanda )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved