Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Harga Barang dan Sembako Bisa Naik DPRD Pekanbaru Minta Polda Usut Kelangkaan Bio Solar di Pekanbaru

Sudah hampir sepekan kelangkaan BBM jenis bio solar di Pekanbaru. Anggota DPRD Pekanbaru menyayangkan hal ini.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Istimewa
Sudah hampir sepekan kelangkaan BBM jenis bio solar di Pekanbaru. Anggota DPRD Pekanbaru menyayangkan hal ini. FOTO: Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Robin Eduar SH MH 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sudah hampir sepekan kelangkaan BBM jenis bio solar di Pekanbaru.

Anggota DPRD Pekanbaru menyayangkan belum ada action nyata, dari Pertamina, untuk menstabilkan situasi ini.

Ironisnya, Pertamina selalu bilang stok aman, namun di lapangan masih saja terjadi antrean yang mengular.

Kondisi ini tentunya membuat para pengusaha truk makin susah.

Padahal dampaknya, jika para supir truk mogok, akan terjadi lonjakan harga sejumlah barang.

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Robin Eduar SH MH, sangat menyayangkan persoalan ini. Padahal Riau yang dikenal sebagai penghasil minyak, baik itu BBM maupun minyak sawit, tidak pantas terjadi kelangkaan BBM bio solar.

"Kita minta Pertamina jangan hanya lips servis saja. Sekarang bio solar di Riau, khususnya Kota Pekanbaru masih langka. Kenapa bisa berhari-hari belum ada tindak lanjutnya," kata Robin Eduar kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat malam (15/10/2021).

Dijelaskan Robin Eduar yang juga pengusaha truk ini, akan banyak dampak buruk bila situasi ini tidak dikendali segera oleh Pertamina. Selain harga sembako bisa naik, harga barang industri juga bisa meroket.

Belum lagi akan menambah biaya (cost) pengusaha truk, karena para supirnya terlalu lama di jalan. Kondisi ini tentunya akan memicu lajunya inflasi, yang berdampak buruk bagi negara ini.

"Kenapa masalah ini terjadi tiap tahun. Bahkan sudah puluhan tahun, seperti ini saja persoalannya. Pertamina sebagai BUMN harus berbenah. Jangan biarkan ada virus yang terus menjalar, sehingga menambah daftar buruk predikat perusahaan plat merah ini," tegasnya.

Karena persoalan ini sudah membuat resah masyarakat, kini Polda Riau sudah melakukan penyelidikan. Respon cepat penagak hukum ini diapresiasi Robin Eduar.

Bahkan Politisi PDI-P ini meminta agar Polda Riau, untuk mengusut tuntas oknum yang bermain di lingkaran BBM ini. Sebab diyakini ada oknum yang bermain, sehingga bio solar menjadi langka di lapangan.

"Kita menduga modus permainannya bisa saja bio solar dijual ke industri, karena harganya lebih menjanjikan. Atau bisa juga dijual ke pihak lain. Makanya kita dorong dan dukung Polda Riau menindak pelakunya. Sikat saja siapapun bekingnya," harap Robin Eduar. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved