Breaking News:

Posisi Bercinta Ini Buat Janda Medan Berbobot 120 Kg Meregang Nyawa Di Ronde Kedua

Di ronde kedua, wanita yang berbobot 120 kilogram tersebut ingin berganti posisi. Damayanti membelakangi Rexson Silitonga dengan posisi menghadap ke d

ISTIMEWA
Oknum perwira Polisi di Polres Pelalawan ditangkap usai janda asal Medan meninggal dunia 
TRIBUNPEKANBARU.COM - Tewasnya seorang janda asal Medan di komplek Asrama Polisi (Aspol), perumahan Bumi Lago Permai (BLP) Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau terungkap sudah. 
Korban Damayanti (49) ternyata tewas saat bercinta dengan seorang oknum perwira Polisi berinisial Iptu Rexson Silitonga (51) yang bertugas di Polres Pelalawan.
Sebelum kejadian naas itu, korban menghubungi Rexson Silitonga dan menyatakan sedang dalam perjalanan dari Medan ke Pangkalan Kerinci.
Wanita itu juga ingin memperkenalkan temannya yang hendak mencari pekerjaan.
Mereka bertemu di rumah dinas oknum perwira Polres Pelalawan itu bersama korban dan temannya pada malam kejadian. 
Setelah berbincang-bincang, saksi disuruh pulang dan tinggal korban dan pelaku saja.
Awalnya, adegan ranjang keduanya berlangsung lancar. 
Namun, petaka tiba ketika Damayanti meminta Iptu Rexson Silitonga untuk kembali berhubungan suami istri. 
Di ronde kedua, wanita yang berbobot 120 kilogram tersebut ingin berganti posisi. Damayanti membelakangi Rexson Silitonga dengan posisi menghadap ke dinding.
Saat berhubungan badan kedua kali, ternyata pelaku terlalu Rexson Silitonga semangat ditambah posisi korban tidak aman.
Alhasil kepala korban membentur tembok dengan keras hingga terjatuh dengan posisi sujud.
Jatuhnya Damayanti membuat Rexson Silitonga kehilangan keseimbangan. 
Rexson Silitonga pun ikut-ikutan jatuh dan menimpa tubuh Damayanti.
Akibatnya, Damayanti mengalami sesak nafas dan meregang nyawa di kamar pelaku.
Kematian Damayanti membuat heboh keluarganya, terlebih Damayanti tak memiliki riwayat penyakit.
Polisi pun melakukan outopsi terhadap jasad Damayanti. 
Penyebab kematiannya pun terungkap dalam proses penyidikan.
Jenazah korban sempat dibawa ke kampung halaman dan dikebumikan.
Namun pihak keluarganya tidak terima dan menuntut untuk dilakukan otopsi agar mengetahui penyebab kematian Damayanti yang selama ini tidak memiliki penyakit.
Hingga akhirnya semua terbongkar dan oknum perwira polisi akan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kasus ini ditangani Ditreskrimum Polda Riau beberapa waktu lalu dan proses penyelidikan serta penyidikan telah dituntaskan.
Sedangkan oknum perwira berpangkat Inspektur Satu (Iptu) itu telah ditahan di Mapolda sejak perkara itu ditarik ke Polda.
Saat ini kasusnya kembali bergulir dan proses hukum terus dilanjutkan.
Polda Riau telah melimpahkan berkas perkara, Rexson Silitongaangka, dan barang bukti ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.
Kemudian diteruskan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan untuk segera disidangkan.
"Kita sudah menerima limpahan kasus atas nama terdakwa Rexson Silitonga dan korban Damayanti yang meninggal dunia di rumah dinas terdakwa," terang Kepala Kejari Pelalawan, Silpia Rosalina SH MH melalui Kasi Pidum Riki Saputra SH MH, Jumat (15/10/2021).
Riki Saputra menjelaskan, proses tahap ll dilakukan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Riau tempat Rexson Silitonga ditahan.
Selanjutnya oknum perwira Polres Pelalawan itu akan segera menjalani perdangan jika berkasnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan. 
"Karena kejadiannya di Pelalawan, sidangnya digelar di sini. Jadi pekan depan akan kita limpahkan ke pengadilan," sambung Riki.
Terdakwa Rexon bakal dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain, junto pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan mengakibatkan kematian, dan junto pasal 359 KUHP tentang menghilangkan nyawa seseorang karena kelalaian. 
 
(*)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved