Breaking News:

Penyelidikan Korupsi Tunjangan Rumdin DPRD Kuansing, Kejari: Tak Kembalikan Uang Langsung Tersangka

Penyelidikan korupsi tunjangan rumah dinas DPRD Kuansing menyebabkan ramai anggota dewan saat ini maupun periode lalu mengembalikan uang ke kas daerah

Penulis: Rizky Armanda | Editor: CandraDani
Tribun Pekanbaru/Palti Siahaan
Kajari Kuansing Hadiman SH, MH 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Pengusutan dugaan korupsi tunjangan rumah dinas (Rumdin) pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kuansing masih terus berjalan.

Kasus ini ditangani oleh tim jaksa Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kuansing.

Kini status penanganan kasus masih penyelidikan.

Diduga karena takut terjerat kasus yang ditangani jaksa ini, ramai anggota dewan di Kabupaten Kuansing yang berjuluk Kota Jalur itu yang akhirnya memilih mengembalikan uang tunjangan rumah dinas dengan menyetornya ke kas daerah.

Informasinya, pengembalian tunjangan rumah dinas itu tak hanya dilakukan anggota DPRD Kuansing saat ini.

Tapi anggota legislatif periode sebelumnya juga ikut mengembalikan.

Pengembalian oleh mantan dewan itu karena Korps Adhyaksa Kuansing juga menyasar tunjangan rumah dinas periode sebelumnya.

"Sudah ada 54 orang yang mengembalikan, baik yang masih aktif ataupun tidak. Ada yang sudah mengembalikan 100 persen, ada yang belum," ucap Hadiman.

Ia merincikan nilai pengembalian setiap anggota dewan berbeda, sesuai dengan besaran tunjangan rumah dinas yang diterimanya.

Anggota dewan aktif sudah mengembalikan semua, namun para mantan anggota DPRD Kuansing, belum.

Maka untuk yang belum membayar, mereka sudah membuat pernyataan dengan Kejari Kuansing. Jaksa pun sudah memberikan toleransi masa pengembalian selama 3 bulan, terhitung sejak awal Oktober 2021 ini.

Menurut Hadiman, hal ini juga sesuai dengan tujuan dari UU Tipikor, adalah pengembalian keuangan negara. Khususnya saat masih tahap penyelidikan.

"Saya sudah sampaikan ke mantan anggota dewan yang belum mengembalikan seluruhnya ini, supaya mengembalikan. Jika tidak dijadikan tersangka dan akan langsung ditahan," tegas Hadiman.

Sejauh ini diterangkan Kajari, total pengembalian sudah mencapai Rp418 juta.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved