Breaking News:

4.678 Orang Dumai Terancam Tak Dapat Bantuan Layanan Kesehatan dari Pusat, Kenapa?

Waduh, 4.678 orang Dumai terancam tak dapat layanan kesehatan dari pusat karena datanya dihapus

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/DONNY KUSUMA PUTRA
Wali Kota Dumai Paisal pimpin rakor di Gedung Sri Bunga Tanjung, Kamis (21/10/2021). 4.678 orang Dumai terancam tak dapat layanan kesehatan dari pusat. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Waduh, 4.678 orang Dumai terancam tak dapat layanan kesehatan dari pusat karena datanya dihapus.

Hal itu berdasarkn Permensos Nomor 92 tahun 2021, tentang penonaktifan 9,8 juta data peserta non-Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Penerima Bantuan Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Dumai (Pemko) gerak cepat langsung menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama dinas terkait.

Rakor yang dilaksanakan di Gedung Sri Bunga Tanjung pada Kamis (21/10/2021), langsung dipimpin oleh Wali Kota Dumai, Paisal.

Terlihat hadir Plt Kadissos Dumai Afrilagan, Plt Kadiskes dr Syaiful, Kepala Disdukcapil Suardi, serta para camat dan lurah se-Kota Dumai.

Wali Kota Dumai Paisal mengungkapkan, sekitar 4.678 warga Kota Dumai terancam tak dapat bantuan jaminan kesehatan lagi karena masuk dalam penonaktifan.

Hal itu tertuang dalam Kepmensos Nomor 92 tahun 2021 tentang penonaktifan 9,8 juta data peserta non-DTKS PBI-JK.

"Jadi 4.678 orang yang awalnya masuk dalam peserta non-DTKS PBI-JK, saat ini terancam akan dinonaktifkan atau keluar dari PBI-JK yang dibiayai oleh APBN," katanya.

Paisal menambahkan, alasan pemerintah pusat akan menonaktifkan 4.678 data peserta non-DTKS PBI-JK di Dumai, karena mereka sudah meninggal, kemudian pemadaman NIK, kemudian pindah alamat sehingga tidak diketahui lagi, dan data ganda.

"Jadi kepada 4.678 warga Dumai, ini dalam waktu 6 bulan ke depan masih bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, namun jika tak ada perubahan data bisa dihapuskan secara permanen," imbuhnya.

Untuk itu, tambahnya, pemerintah dalam hal ini kepada dinas terkait bersama lurah dan camat melakukan verifikasi dan validasi ulang data 4.678 orang itu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved