Breaking News:

Banding, Kejari Pelalawan Tak Terima Vonis Afrizal di Bawah Tuntutan JPU

Kejari Pelalawan memastikan ajukan banding Atas putusan kasus tipikor penyimpangan belanja barang kelistrikan BUMD Tuah Sekata tahun 2012-2016

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Sidang vonis terdakwa Afrizal di PN Pekanbaru, Selasa (19/10/2021). Kejari Pelalawan tak terima vonis Afrizal di bawah tuntutan JPU, bakal ajukan banding. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pelalawan memastikan akan mengajukan banding.

Atas putusan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) penyimpangan belanja barang kelistrikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata tahun 2012-2016.

Perkara tipikor BUMD Tuah Sekata Pelalawan itu divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Pekanbaru pada Selasa (19/10/2021) sore lalu.

Terdakwa tunggal Afrizal dihukum jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pelalawan.

Padahal kasus yang menjerat Afrizal merugikan negara hingga Rp 3,8 miliar sesuai perhitungan dari ahli.

"Berdasarkan petunjuk dari pimpinan, kita mengajukan upaya hukum banding atas kasus Tipikor BUMD Tuah Sekata. Itu sudah pasti," terang Kepala Kejari Pelalawan, Silpia Rosalina SH MH melalui Kasi Pidsus Frederic Daniel Tobing, Kamis (21/10/2021).

Kepada Tribunpekanbaru.com Daniel Tobing mengatakan, pihaknya mengajukan banding karena tidak terima dengan putusan hakim yang hampir setengah dari tuntutan dikorting.

Dalam amar putusan yang dibacakan majelis hakim yakni menyatakan terdakwa Afrizal terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara terus menerus sebagai perbuatan yang dilanjutkan sebagaimana dalam dakwaan primair.

Terdakwa divonis dengan pidana penjara selama 4 tahun 10 bulan dalam amar putusan hakim.

Bekas petinggi BUMD Tuah Sekata itu juga diganjar pidana denda sebesar Rp 100 juta.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved