Breaking News:

Kades Rokan Timur dan Staf Kena OTT Polres Rohul, Diduga Kerap Lakukan Pungli Urus Surat Tanah

Kades Rokan Timur beserta Kaur Umum dan Tata Usaha dicokok Polres Rohul Riau. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk uang Rp 20 Juta.

Penulis: Syahrul | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru/Syahrul
Kapolres Rohuk AKBP Eko WH menunjukkan sejumlah barang bukti hasil OTT Kades dan Kaur Umum dan Tata Usaha Desa Rokan Timur bersama tim Satuan Reskrim Polres Rohul di halaman Mapolres Rohul. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Pada Selasa (19/10), Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Rohul melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kades Rokan Timur Suardi beserta Kaur Umum dan Tata Usaha Sukron sekira pukul 15.45 sore.

Penangkapan tersebut kemudian dirilis terbuka oleh Kapolres Rohul AKBP Eko Wimpiyanto Harjito pada Kamis (21/10) di halaman Mapolres Rokan Hulu.

Kapolres Rohul dalam giat tersebut menyampaikan, bahwa penangkapan dua aparatur desa tersebut dilakukan atas informasi masyarakat yang mengeluh kerap dilakukannya pungutan liar (pungli) oleh aparatur bersangkutan dalam pengurusan surat tanah.

"Kami mengamankan dua tersangka ini melalui OTT pada Selasa (19/10) lalu di Kantor Desa Rokan Timur," kata Kapolres.

Dia melanjutkan, adapun barang bukti yang diamankan dalam penangkapan tersebut adalah, uang tunai senilai Rp. 20 Juta, 10 persil surat tanah, satu unit laptop dan buku register surat tanah di kawasan Desa Rokan Timur.

Diduga, Kades dan Kaur Desa Rokan Timur melakukan pungli senilai Rp. 2 juta untuk satu pengurusan surat tanah jenis Surat Keterangan Riwayat Tanah (SKRT) dan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR).

Atas penangkapan tersebut, dua aparatur Desa Rokan Timur itu kini mendekam di balik jeruji besi Mapolres Rokan Hulu guna mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

"Keduanya kita jerat dengan Pasal 12 Huruf E UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUH Pidana," jelasnya.

"Adapun ancaman hukuman bagi keduanya adalah kurungan penjara minimal 4 tahun maksimal 20 tahun dan pidana denda sebesar Rp. 200 juta maksimal Rp. 1 M," bebernya kemudian.

Kapolres menjanjikan, proses hukum terhadap Kades dan Kaur Desa Rokan Timur itu akan berlangsung cepat dan segera dilakukan pelimpahan.

"Kita akan selesaikan pemeriksaan dalam dua minggu dan langsung melakukan pelimpahan agar perkara ini segera masuk ke Pengadilan," tandas Eko WH. (Tribunpekanbaru.com/Syahrul Ramadan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved