Breaking News:

Kasus Covid-19 di Pelalawan Turun Drastis Tapi PPKM Naik Level 3, Ini Penjelasan Satgas

Kasus Covid-19 di Pelalawan turun drastis, namun PPKM malah naik ke level 3. Satgas Covid-19 Pelalawan pun memberikan penjelasan.

Penulis: johanes | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Vaksinasi yang digelar Satgas Covid-19 Pelalawan di Pangkalan Kerinci beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Kasus Covid-19 di Pelalawan turun drastis, namun PPKM malah naik ke level 3. Satgas Covid-19 Pelalawan pun memberikan penjelasan.

Satgas Covid-19 Provinsi Riau mengumumkan kenaikan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dibeberapa daerah naik dari level 2 menjadi level 3.

Termasuk Kabupaten Pelalawan pada Rabu (20/10/2021) lalu.

Padahal kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Pelalawan menurun secara drastis dalam dua bulan terakhir ini.

Bahkan kasus aktif Covid-19 telah berkurang secara signifikan dari beberapa bulan lalu.

Namun hal itu tidak terlalu berpengaruh lagi terhadap penerapan PPKM di satu daerah.

"Saat ini indikator penerapan PPKM saat ini lebih mengacu pada capaian vaksinasi. Makanya daerah yang vaksinasinya rendah, naik lagi ke level 3," tutur juru bicara Satgas Covid-19 Pelalawan, Asril M.Kes, kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (21/10/2021).

Asril menyebutkan, berdasarkan data dari Pemprov Riau capaian vaksin Pelalawan masih 39 persen dari laporan yang masuk.

Hal itu dinilai tidak sesuai dengan pendataan manual milik Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan yang telah mencapai 46,9 persen.

Perbedaan data itu lantaran vaksinasi gotong royong yang digelar beberapa perusahaan swasta dan institusi tidak masuk capaian Pelalawan.

Lantaran bekerjasama dengan rumah sakit swasta yang ada di Pekanbaru, alhasil pendataannya masuk ke Pekanbaru walaupun penerima vaksin masyarakat Pelalawan.

"Itu jumlahnya sampai 33 ribu yang tidak masuk ke dalam capaian kita. Jika masuk, itu lumayan peningkatannya. Makanya Pelalawan masih terdata dibawah 39 persen," tukas Asril.

Untuk itu, kata Asril, vaksinasi Astrazeneca sebanyak 10 ribu dosis dipaksakan harus masuk dalam pendataan Pelalawan.

Selain warga sasaran vaksin masyarakat Pelalawan, petugas vaksinator juga dari Diskes dan Puskesmas.

"Sekarang memang semua pihak menggesa vaksinasi ini. Mulai dari swasta hingga institusi lainnya," tandasnya. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved