Breaking News:

Korupsi di Bengkalis, KPK Kembali Periksa 6 Orang Saksi Terkait Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis

Kasus korupsi Jalan Lingkar Barat Duri 2013-2015 masih berlanjut hingga kini. KPK Kamis (21/10) kembali memeriksa 6 saksi terkait kasus ini.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: CandraDani
istimewa
Tim lapangan KPK mengambil sampel dan uji fisik jalan lingkar Pulau Bengkalis, Sabtu (26/01/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Sebanyak 6 orang saksi diperiksa tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (21/10/2021).

Ini terkait dengan dugaan korupsi proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, tahun anggaran 2013-2015.

Keenam saksi itu diantaranya Jeffri Revli Sela, Operation Manager PT Wira Penta Kencana, Eryc Winarda, Direktur CV Riau Ananda, dan Edy Mulyono, Direktur PT Kawasan Dinamika Harmonitama.

Kemudian Efrinaldi, pemilik izin galian C No 545/ D.P.E/ IUP/ 2011/ 52, Agus Lita Tokiman, Direktur PT Total Kinerja Mandiri atau mantan Direktur PT Kampar Utama Konstruksi, serta Dwi Prokoso Mudo, Quantity Surveyor PT Wijaya Karya (Persero).

Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, membenarkan perihal adanya pemeriksaan saksi ini.

Dia mengungkapkan, para saksi ini memberikan keterangan untuk tersangka M Nasir, mantan Kepala Dinas PUPR Bengkalis.

Baca juga: Lagi, KPK Periksa 7 Saksi dari Supplier Tanah, Kasus Korupsi Jalan Lingkar Barat Duri Bengkalis

Baca juga: KPK Periksa Pejabat dan PNS di Bengkalis Terkait Kasus Tipikor Proyek Jalan Lingkar Barat Duri

Saat ini, M Nasir sudah ditahan karena terjerat kasus korupsi proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyurih.

"6 saksi diperiksa untuk tersangka MNS (M Nasir). Pemeriksaan dilakukan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, ungkap dia.Ali Fikri belum bisa memastikan apakah semua saksi menghadiri panggilan. "Nanti dikabari lagi," sebut dia.

Selain M Nasir, dalam kasus ini KPK juga menjerat pasangan suami istri (pasutri), yaitu Melia Boentaran, Direktur PT Arta Niaga Nusantara (ANN), dan Handoko Setiono, selaku Komisaris PT ANN.

Mereka sudah dinyatakan bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negari Pekanbaru dengan hukuman penjara masing-masing 4 tahun dan 2 tahun.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved