Breaking News:

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Minta Sistem Karantina Dihilangkan

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia masih menunggu keputusan terkait masalah teknis sebagai persyaratan masuk ke Saudi

Penulis: Alex | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Hendri Gusmulyadi
Wakil Ketua Bidang Haji Luar Negeri Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia, Ibnu Mas'ud masih menunggu keputusan terkait masalah teknis sebagai persyaratan masuk ke Arab Saudi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia masih menunggu keputusan terkait masalah teknis sebagai persyaratan masuk ke Arab Saudi.

Di antaranya seperti penggunaan aplikasi Sebagai bukti sudah divaksinasi Covid-19.

Wakil Ketua Bidang Haji Luar Negeri Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia, Ibnu Mas'ud mengatakan, masalah sinkronisasi aplikasi tersebut yang harus disamakan terlebih dulu.

Untuk kemudian baru jamaah asal Indonesia bisa masuk tanpa karantina.

"Memang benar. Sekarang semua sedang menunggu hasil komunikasi antara pemerintah Indonesia, dalam hal ini diwakili oleh konsuk RI di Jeddah, terutama masalah sinkronisasi program perduli lindungi Indonesia dengan sistim pemindai pemerintah Saudi Arabia,”kata Ibnu Mas'ud, Kamis (21/10/2021).

“ Tidak itu saja, permintaaan pemerintah Indonesia agar tidak ada karantina saat kedatangan di Saudi Arabia, serta dihilangkannya syarat booster bagi yang sudah vaksin, selain empat vaksin yang diterima lebih awal,"imbuhnya.

Di samping itu, pihaknya juga mengharapkan pemerintah Indonesia juga harus membatalkan syarat wajib karantina bagi yang datang dari luar negeri.

Karena dengan adanya karantina tersebut, jelas akan membuat biaya lebih tinggi.

"Calon jamaah umrah lebih banyak bersikap menunggu situasi membaik dan berubahnya aturan yang ada. Semoga Covid-19 di tanah air semakin berkurang, agar aturan juga berubah untuk lebih longgar," harapnya.

Ia juga menyampaikan, sampai saat ini cukup banyak jamaah yang bertanya tentang keberangkatan ke tanah suci, namun semua sifatnya hanya bisa menunggu.

"Ramai jamaah bertanya terutama yang sudah mendaftar. Semuanya bersikap menunggu situasi membaik. Semoga satu atau dua bulan kedepan akan ada berita bagus," tuturnya.

( Tribunpekanbaru.com / Alexander )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved