Breaking News:

Bapenda Bengkalis Perpanjang Masa Penghapusan Denda Pajak PBB

Bapenda Bengkalis mengambil kebijakan dengan memperpanjang masa penghapusan denda pajak PBB.

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Ariestia
Istimewa
Bapenda Bengkalis mengambil kebijakan dengan memperpanjang masa penghapusan denda pajak PBB. FOTO: Plt Kepala Bapenda Bengkalis Syahruddin 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Badan Pendapatan daerah (Bapenda) Bengkalis mengambil kebijakan guna meningkatkan penerimaan pendapatan daerah dengan memperpanjang masa penghapusan denda pajak PBB.

Kebijakan tersebut berupa pemberian keringanan kepada wajib pajak (WP) pajak bumi bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB - PP) di Bengkalis.

Keringanan yang diberikan berupa memperpanjang kembali penghapusan sanksi administrasi PBB-PP mulai tanggal 1 Oktober - 24 Desember 2021.

Selain itu Bapenda juga pemberian pengurangan PBB-PP sebesar 15 persen dimulai dari 16 Oktober - 24 Desember 2021.

Kebijakan itu dilakukan mengingat, kondisi ekonomi dan kemampuan masyarakat atau WP dalam melaksanakan kewajiban membayar pajak sangat dipengaruhi oleh dampak negatif pandemi Covid-19 yang masih terjadi.

"Cara ini merupakan satu diantara stimulus atau relaksasi yang diberikan kepada masyarakat," ungkap Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Bapenda Bengkalis Syahruddin ketika dikonfirmasi, Jumat (22/10)

Dijelaskan Syahruddin, salah satu upaya dalam meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya PBB sudah diatur dalam Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 02 Tahun 2013 Tentang PBB-PP.

Perlu dilakukan langkah langkah atau terobosan dalam peningkatan pencapaian target realisasi penerimaan dari tahun ke tahun.

Upaya untuk mengoptimalkan hal tersebut telah diterbitnya Perbup Bengkalis Nomor 45 Tahun 2021 tentang Penghapusan Sanksi Administrasi PBB-P2 Tahun 2021. Serta Perbup Bengkalis Nomor 62 Tahun 2021 tentang pengurangan PBB-P2 Tahun 2021.

"Namun pemberlakukan Penghapusan Sanksi Administrasi dan pengurangan PBB-P2 tersebut telah berakhir. Serta sebelumnya juga sudah dilakukan pengurangan dan penghapusan, hanya saja Perbup sebelumnya hanya berlaku 15 September-15 Oktober saja.

Saat ini kembali dilakukan perpanjang dari 16 Oktober - 24 Desember mendatang.

"Mudah mudahan masyarakat bisa memanfaatkan stimulus ini," tandasnya. (Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved