Breaking News:

Sidak Ketua DPRD Pelalawan ke RSUD Selasih, Gaji dan Tunjangan TPP Pegawai Ternyata Belum Dibayar

Ketua DPRD Baharudin mendatangi RSUD lantaran menerima laporan jika pegawai maupun seluruh tenaga medis belum menerima gaji sampai saat ini.

Penulis: johanes | Editor: Sesri
ISTIMEWA
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan, Baharudin SH melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci pada Kamis (20/10/2021) lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan, Baharudin SH melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci pada Kamis (20/10/2021) lalu.

Ketua DPRD Baharudin mendatangi RSUD lantaran menerima laporan jika pegawai maupun seluruh tenaga medis belum menerima gaji sampai saat ini.

Termasuk tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengabdi di rumah sakit plat merah tersebut.

Baharudin sempat berdialog dengan pegawai dan tenaga medis terkait informasi tersebut. Ternyata benar, jika para pegawai belum menerima gaji satu bulan terakhir.

"Kemarin saya datang ke RSUD kita. Banyak yang melapor ke saya tentang oegawia belum gajian. Bahkan ada yang menghubungi melalui FB. Makanya saya turun," ungkap Ketua Baharudin kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (22/10/2021).

Baharudin menjelaskan, berdasarkan Sidak yang dilakukan gaji para pegawai dan Nakes yang melayani masyarakat belum ditunaikan Dinas Kesehatan (Diskes) sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) induk dari RUSD Selasih.

Bahkan, petugas medis yang selama ini menangani dan merawat pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) juga bernasib serupa. Kondisi ini sangat miris dan cukup memprihatinkan.

Setelah ditelisik lebih jauh, lanjut Baharudin, ternyata tidak hanya pegawai dan Nakes RSUD yang belum gajian satu bulan terakhir.

Ternyata nasib yang sama melanda semua petugas kesehatan di 14 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) maupun Dinas Kesehatan (Diskes).

"Dari Sidak kemarin, penyebabnya adanya kesalahan Kepala Dinas Kesehatan dalam melakukan pemotongan dan refocusing anggaran di Diskes. Jadi seperti ini dampaknya," tegas politisi Partai Golkar ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved