Breaking News:

Status PPKM Kabupaten Siak Masih Level 3, Realisasi Vaksinasi Covid-19 Masih Rendah

PPKM Siak masih berada di level 3 disebabkan rendahnya realisasi capaian vaksinasi Covid-19.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
LUDOVIC MARIN / AFP
PPKM Siak masih berada di level 3 disebabkan rendahnya realisasi capaian vaksinasi Covid-19. Foto ilustrasi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kabupaten Siak masih berada di level 3 disebabkan rendahnya realisasi capaian vaksinasi Covid-19 di kabupaten berjuluk Negeri Istana tersebut.

Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Siak L Budhi Yuwono, Jumat (22/10/2021). Penyebab rendahnya capaian vaksinasi bukan karena lambannya kinerja Pemkab Siak melainkan karena keterbatasan stok vaksin.

“Berdasarkan Instruksi Mendagri nomor 54 tahun 2021, kabupaten Siak masih dicatat dalam status PPKM level 3, dengan segala aturan yang masih berlaku selama stastus tersebut,” kata Budhi.

Budhi menjelaskan, parameter penetapan status PPKM tidak hanya penurunan drastis kasus melainkan juga ketercapaian vaksinasi. Tujuannya supaya vaksinasi bisa memenuhi target nasional 70 persen dari jumlah penduduk agar terwujud herd immunity.

“Sedangkan capaian vaksinasi Covid-19 di kabupaten Siak belum menyinggung angka 40 persen. Karena itu kabupaten Siak masih PPKM level 3 dengan segala aturan yang mengikat,” kata dia.

Kendala yang dihadapi Pemkab Siak adalah sedikitnya stok vaksin Covid-19. Karena itu Satgas mendorong pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Riau agar memprioritaskan pengalokasian vaksin ke kabupaten Siak.

“Kita sudah meminta ke Pemprov dan Pusat stok vaksin, begitu dapat langsung kita laksanakan vaksin,” kata dia.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Siak dr Raja Tonny Chandra mengatakan, jika dibandingkan seluruh kabupaten kota se Riau, kabupaten Siak termasuk lebih baik kinerjanya. Posisi Siak dalam mencapai target vaksinasi di bawah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kepulauan Meranti, namun dengan segala upaya dan daya untuk mengejar target terus dilaksanakan. Capaian vaksinasi Covid-19 Siak saat ini baru pada angka 30 persen.

“Permasalahannya adalah stok vaksin masih terbatas. Saat kita menerima vaksin Covid-19, langsung kita berikan kepada masyarakat, sehingga kita tidak menumpuk stok di labor kesehatan,” kata dia.

Selain stok vaksin Covid-19 bersumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, pihaknya juga banyak mendapat stok dari sumber lain. Misalnya dari Polres Siak, Polda Riau, perusahaan, Kadin dan OJK Riau serta IDI Riau melalui IDI Cabang Siak. Semua sumbangan vaksin tersebut langsung diberikan kepad masyrakat sehingga terjadi kenaikan persentase pencapaian vaksin di Siak.

“Vaksin dari berbagai sumber tersebut ditambah dari Pemerintah sendiri baru 30 persen. Sedangkan target yang diberikan Kementrian Kesehatan RI harus 70 persen dari jumlah penduduk,” kata dia.

Ia merincikan, penduduk kabupaten Siak berkisar 450.000 jiwa, setidaknya 320.000 jiwa harus mendapatkan vaksin. Pihaknya akan mengejar itu dengan cara meminta tambahan stok vaksin dari provinsi dan kementrian.

“Kita tentu berupaya keras untuk menumbuhkan herd immunity, dengan mencapai target 70 persen pelaksanaan vaksinasi. Tujuan utama adalah untuk menyelamatkan masyarakat dari tularan Covid-19, namun kedisiplinan Prokes harus tetap dijaga,” kata dia.

Ia menambahkan, vaksinasi pelajar dan Lansia juga sudah dilaksanakan bekerja sama dengan Polres Siak. Pada Jumat kemarin, setidaknya ada 2.000 pelajar dan Lansia yang diberikan vaksin. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved