Breaking News:

Warga Binaan Menikah di Lapas Tembilahan Inhil, Kalapas: Wajib Dipenuhi Bila Syarat Lengkap

Seorang warga binaan, Fakhrul Rozi, menikah di Lapas Klas IIA Tembilahan, Indragiri Hilir, Kamis (21/10/2021) setelah semua syaratnya lengkap.

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Ariestia
Istimewa
Seorang warga binaan, Fakhrul Rozi, menikah di Lapas Klas IIA Tembilahan, Indragiri Hilir, Kamis (21/10/2021). FOTO: Fakhrul melaksanakan Ijab Qabul di ruangan Kepala Seksi Pembinaan dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Seorang warga binaan, Fakhrul Rozi, menikah di Lapas Klas IIA Tembilahan, Indragiri Hilir, Kamis (21/10/2021) setelah semua syaratnya lengkap.

Fakhrul Rozi tidak bisa menyembunyikan rasa harunya setelah berhasil mempersunting pujaan hatinya seorang perempuan bernama Ayuna Intania.

Pernikahan dua sejoli ini berlangsung secara sederhana dan khidmat di ruangan Kepala Seksi Pembinaan dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Tembilahan

Fakhrul Rozi terpaksa melaksanakan hari bahagianya Lapas karena saat ini dirinya masih menjalani masa hukuman sebagai seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Tembilahan.

Proses Ijab Kabul disaksikan oleh dua orang perwakilan keluarga kedua mempelai dan Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Ahlan Suryasari serta Kepala Sub Seksi Bimbingan Kesehatan dan Keperawatan Ricky Renaldi dengan mematuhi Protokol Kesehatan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas IIA Tembilahan Julianto Budhi Prasetyono menerangkan, pernikahan merupakan hak WBP.

Apabila syarat administrasi WBP yang hendak melangsungkan pernikahan telah lengkap.

“Pernikahan merupakan satu diantara hak Warga Binaan Pemasyarakatan yang wajib hukumnya untuk kita penuhi apabila persyaratan administrasi yang bersangkutan telah lengkap,” ungkapnya.

Menurut Kalapas, adapun persyaratan administrasi tersebut yakni surat permohonan dan jaminan keluarga serta surat keterangan hendak menikah dari kantor kelurahan dan Kantor Urusan Agama setempat.

“Bahwasannya persetujuan menikah ini berdasarkan hasil sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) atas permohonan pernikahan dari pihak keluarga selaku penjamin. Pernikahan ini sesuai hasil TPP yang mengabulkan dan menyetujui permohonan kehendak nikah yang bersangkutan setelah melalui sidang TPP,” tutur Julianto.

Sementara itu, Fakhrul Rozi mengucapkan terimakasih Kalapas Tembilahan yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas untuk dapat melangsungkan pernikahan.

“Saya sangat terharu dan bahagia sekali dapat melangsungkan pernikahan meskipun saya sedang menjalani masa hukuman pidana di Lapas Tembilahan. Saya ucapkan ribuan terimakasih Bapak Julianto Budhi Prasetyono yang telah memberikan izin terlaksananya pernikahan ini,” ucap Fakhrul sapaan akrabnya. (Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved