Breaking News:

Bak Buah Simalakama! Harga PCR Jadi Rp 300 Ribu, Rumah Sakit Swasta Menjerit: Tak Tutupi Bahan Baku

Sebelumnya harga PCR dipatok oleh pemerintah sebesar Rp 495.000 untuk pulau Jawa dan Bali, serta Rp 525.000 untuk luar pulau Jawa dan Bali.

Istimewa
Bakal Calon Bupati Hery Saputra SH menjalani pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction), atau biasa disebut dengan tes swab di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru Minggu (30/08/2020). 

TRIBUNPEKANBARU - Seperti memakan Buah Simalakama, mengandung racun tapi berkhasiat.

Barangkali itulah gambaran kebijakan pemerintah yang menurunkan harga tes PCR menjadi Rp 300 ribu.

Di sisi lain masyarakat bahagia, akan tetapi ada pihak merasa dirugikan.

Seperti Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI).

Asosiasi ini menyebut penetapan harga tes PCR itu tak menutup harga bahan baku.

Penetapan harga tes PCR itu dinilai akan memberatkan rumah sakit swasta.

Sebelumnya harga PCR dipatok oleh pemerintah sebesar Rp 495.000 untuk pulau Jawa dan Bali, serta Rp 525.000 untuk luar pulau Jawa dan Bali.

"Sudah pasti kami jual rugi karena stok yang lama ini dengan harga cukup mahal yang tidak masuk di harga 300.000 itu," ujar Sekjen ARSSI Ichsan Hanafi saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (25/10).

Ichsan meminta agar pemerintah memberikan waktu kepada rumah sakti untuk menghabiskan stok lama. Sehingga kebijakan tersebut tidak langsung diterapkan di tengah masyarakat.

Meski nanti stok telah habis, rumah sakit swasta pun akan kesulitan melakukan layanan tes PCR karena tingginya harga bahan baku. Sehingga sejumlah rumah sakit akan menutup layanan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved