Breaking News:

Curah Hujan di Pelalawan Tinggi, Desa Lubuk Kembang Bunga & Air Hitam Banjir, BPBD:Sudah Mulai Surut

Banjir yang melanda Lubuk Kembang Bunga dan Air Hitam terjadi sejak Jumat (22/10/2021) pekan lalu. Menurut BPBD Pelalawan banjir kini mua=lai surut

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
IST
Foto: Banjir yang melanda Desa Lubuk Kembang Bunga dan Air Hitam di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan sejak Jumat pekan lalu. Saat ini air semakin surut. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Curah hujan yang tinggi di Kabupaten Pelalawan Riau dalam dua pekan ini mengakibatkan banjir di beberapa lokasi.

Genangan air muncul akibat parit dan sungai meluber hingga ke jalan serta permukiman warga.

Seperti di Kecamatan Ukui, ada dua desa yang diterjang banjir yakni Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam.

Kedua desa ini memang menjadi langganan banjir setiap musim hujan sejak dulu, lantaran berdekatan dengan sungai.

Banjir di dua desa ini terjadi akibat meluapnya Sungai Nilo dan beberapa sungai kecil di sekitar Lubuk Kembang Bunga dan Air Hitam.

"Kondisi hari ini air sudah surut. Jalan yang sebelumnya terendah sudah bisa dilalui kendaraan," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Rudianto, Senin (25/10/2021).

Rudianto menerangkan, banjir yang melanda Lubuk Kembang Bunga dan Air Hitam mulai terjadi sejak Jumat (22/10/2021) pekan lalu.

Air naik merendam fasilitas umum seperti jalan dan jembatan serta beberapa bangunan kantor.

Kemudian meluber sampai ke perumahan warga hingga mengakibatkan 15 rumah terdampak banjir musiman itu.

Bahkan ketinggian air sempat mencapai 1 meter lebih di beberapa titik, khususnya yang dekat dengan sungai.

Namun mulai Minggu (24/10/2021) sampai Senin (25/10/2021), air semakin surut dan aktivitas masyarakat kembali normal.

"Sekarang air di jalan desa paling setinggi mata kaki saja lagi. Karena dua hari terakhir tidak ada hujan di sana," beber Rudi.

Pihaknya memprediksi jika banjir muncul akibat hujan lebat yang turun pada Rabu (20/10/2021) dan Kamis (21/10/2021) dengan intensitas tinggi serta tenggat waktu yang lama. Alhasil sungai di sekitar desa meluap hingga merendam desa.

Pemerintah Desa, kecamatan, dan instansi terkait sudah turun ke lokasi untuk memantau banjir.

Pihaknya berharap air segera surut total agar tidak mengganggu aktivitas warga. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved