Breaking News:

Dugaan Korupsi Kadis ESDM Riau Nonaktif, Sidang Perdana Kamis dengan 5 JPU

Dugaan korupsi Kadis ESDM Riau Nonaktif akan digelar sidang perdana Kamis dengan lima JPU.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Internet
Dugaan korupsi Kadis ESDM Riau Nonaktif akan digelar sidang perdana Kamis (28/10/2021) dengan lima JPU. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dugaan Korupsi Kadis ESDM Riau Nonaktif akan digelar sidang perdana Kamis (28/10/2021).

Sebanyak 5 orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing, siap membuktikan dugaan perbuatan korupsi dari Kadis ESDM Riau nonaktif, Indra Agus Lukman.

Dimana Indra akan menjalani sidang perdana, pada Kamis (28/10/2021) besok di Pengadilan Tipikor Pada PN Pekanbaru.

Ia diduga terlibat dugaan korupsi dana kegiatan Bimtek dan Pembinaan Bidang Pertambangan serta akselerasi di Dinas ESDM Kuansing ke Provinsi Bangka Belitung tahun 2013-2014.

Ketika dugaan rasuah terjadi, Indra Agus Lukman menjabat sebagai Kadis ESDM Kuansing.

"JPU-nya 5 orang dengan ketua tim saya sendiri sebagai Kajari Kuansing," kata Kepala Kejari (Kajari) Kuansing, Hadiman, Senin (25/10/2021).

Ia menyatakan, pihaknya siap membuktikan keterlibatan Indra Agus dalam dugaan korupsi dana Bimtek tersebut. "Kami siap, kita akan buktikan," tegas Hadiman.

Sidang perdana terdakwa Indra Agus Lukman ini, sesuai dengan surat penetapan Pengadilan Tipikor Pada Pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor: 43/Pid.Sus-TPK/2021/PN Pbr tentang penetapan Sidang Indra Agus Lukman di Pengadilan Negeri Tipikor Pekanbaru.

Adapun agenda sidang perdana ini, yakni pembacaan surat dakwaan oleh JPU.

Selain itu, untuk sidang perdana praperadilan dengan Indra Agus Lukman sebagai pihak pemohon, akan berlangsung pada Senin (25/10/2021).

Diketahui, Indra Agus Lukman menempuh jalur hukum prapid karena tak terima ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejari Kuansing.

Dalam kasus ini, 2 orang mantan bawahan Indra Agus Lukman sudah diseret ke persidangan. Keduanya adalah Edisman mantan Bendahara dan Ariadi yang merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Keduanya sudah divonis bersalah oleh majelis hakim di Pengadilan Tipikor Pada Pengadilan Negeri Pekanbaru. Dari putusan itulah, muncul nama Indra Agus Lukman sebagai orang yang harus diminta pertanggungjawaban karena melakukan korupsi itu secara bersama-sama.

Disinyalir perbuatan korupsi mereka menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp500.176.250.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved