Breaking News:

PT BSP Bangun Gedung 6 Lantai di Pekanbaru, Desain Modern dan Memasukkan Unsur Istana Siak

BUMD Kabupaten Siak, PT Bumi Siak Pusako (BSP) membangun gedung 6 lantai Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra
Foto desain gambar gedung PT BSP di Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - BUMD Kabupaten Siak, PT Bumi Siak Pusako (BSP) membangun gedung 6 lantai Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru.

Pelaksanaan pembangunan gedung tersebut baru tahap awal, yakni pada tahap pondasi.

Desain gedung ini sangat modern, megah dan mengadopsi unsur istana Siak di bagian depannya. Bangunan ini menelan biaya Rp 87 miliar lebih dan ditargetkan pembangunannya selesai pada akhir 2022 mendatang. Jika bangunan ini selesai, dipastikan menjadi bangunan paling megah di sepanjang jalan Sudirman, Kota Pekanbaru.

Pada desain gambar bangunan gedung ini, gerbang utamanya mengadopsi istana Asserayah Alhasyimiyah Siak. PT BSP sengaja membawa ikon Siak tersebut untuk menunjukkan PT BSP berasal dari kabupaten Siak. Selain itu, untuk mewariskan nilai dan kearifan lokal pada bangunan-bangunan kekinian yang lebih modern dan sesuai perkembangan zaman.

Sedangkan bangunan utama gedungnya seperti lingkaran yang memanjang ke belakang. Sekilas mirip dengan bangunan Menara Pisa, salah satu bangunan yang masuk ke daftar 7 keajaiban dunia yang terkenal itu. Hanya saja, gedung PT BSP lebih rendah dan lingkarannya memanjang ke belakang. Namun penampakan gedung PT BSP tentu saja lebih modern dan kekinian dibanding menara Pisa.

Pembangunan gedung ini sempat memicu perdebatan di arus bawah di kabupaten Siak. Banyak sekali masyarakat mempertanyakan kenapa PT BSP membangun gedung megah di Pekanbaru, mengapa tidak di Siak saja?. Menjawab polemik ini, Tribunpekanbaru.com berkesempatan mewawancarai Corporate Secretary PT BSP Ricky Hariansyah, Senin (25/10/2021).

Ricky mengurai cerita bahwa wacana pembangunan gedung PT BSP sudah ada sejak 15 tahun silam. Kala itu direktur utama PT BSP dijabat Ismadi. Bahkan ada rencana rencana PT BSP untuk membeli gedung Star City di Sudirman.

“Dulu pembangunan gedung star city sempat mangkrak, dan ada rencana PT BSP mau membeli gedung itu. Akhirnya tidak jadi, entah bagaimana masalahnya waktu itu, yang jelas tidak jadilah dibeli gedung itu,” kata Ricky.

Pada saat PT BSP dipimpin Bismantoro, pembangunan gedung sudah dimulai pada tahap rencana. Pada 2013, dibelilah tanah seluas 7000 meter persegi di Sudirman. Saat itu dibuat desain gambar untuk gedung tersebut.

“Selesai Pak Bismantoro dan dalam perjalanannya lagi digantikan oleh Pak Islandar. Pak Islandar didorong lagi oleh pemegang saham untuk melanjutkan rencana membangun gedung, kenapa tidak dimulai, tanah kan sudah ada,” kata Ricky.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved