Breaking News:

Keburu Ditangkap Upah Rp 100 Juta Melayang, Pria Tamatan SD Pasrah Divonis Hukuman Mati

Hamidi MY harus menerima kenyataan divonis hukuman mati karena menjadi kurir sabu. Pria tamatan SD ini tergiur upah Rp 100 Juta dari Mursal yang DPO.

Editor: CandraDani
ist
hukuman mati 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tergiur diiming-imigi upah Rp 100 juta antar sabu, Hamidi MY alias Mauktar Bin M Yacob kini divonis hukuman mati di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (26/10/2021).

Majelis Hakim yang diketuai Zufida Hanum menilai, warga Medan sunggal ini terbukti bersalah menjadi kurir sabu-sabu seberat 52 Kg.

"Menjatuhkan terdakwa Hamidi MY alias Mauktar Bin M Yacob dengan pidana mati," kata Hakim.

Dikatakan hakim adapun hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak sejalan dengan program pemerintah memberantas tindak pidana narkotika dan perbuatannya dinilai dapat merusak generasi muda.

"Sementara hal meringankan tidak ditemukan pada diri terdakwa," kata Hakim.

Usai membacakan vonis, majelis hakim memberi waktu 7 hari kepada terdakwa untuk pikir-pikir, menerima atau banding.

Vonis tersebut, sama (conform) dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhayati Ulfia

Sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa menjelaskan, bahwa kasus yang menjerat pria tamatan SD ini, dilakukannya bersama Zulkifli (berkas terpisah), Alwi, Mursal alias Marsel (DPO), pada tahun 2019 lalu.

"Berawal terdakwa Hamidi, bekenalan dengan Mursal pada tahun 2012 di warung mie Aceh Medan. Kemudian, pada bulan November 2019 terdakwa Hamidi dihubungi Mursal, dan menyuruh terdakwa Hamidi untuk menyerahkan satu kardus barang narkotika jenis sabu kepada Zulkifli di Kampung Lalang Medan," kata Jaksa.

Kemudian, kata Jaksa Mursal kembali menghubungi terdakwa Hamidi untuk menjemput barang haram itu di Tanjungbalai Asahan, dan menyerahkannya kepada Zulkifli di daerah Asrama Haji Medan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved