Breaking News:

Berita Pelalawan

Banjir di Pangkalan Kerinci, Bupati Zukri Susuri Parit Tersumbat di Pemukiman Padat Penduduk

Bupati Zukri dan staf meninjau banjir di Pangkalan Kerinci yang parah. Parit dan drainase di pemukiman padat banyak tak berfungsi karena tersumbat.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Bupati Pelalawan H Zukri bersama sejumlah pejabat meninjau banjir yang terjadi di beberapa lokasi di Kecamatan Pangkalan Kerinci akibat curah hujan tinggi, Rabu (27/10/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Bupati Pelalawan H Zukri Misran kembali melakukan peninjauan ke beberapa lokasi banjir yang muncul di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Rabu (27/10/2021).

Pasalnya, genangan air semakin banyak akibat curah hujan yang tinggi.

Bupati Zukri memanggil pejabat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat, dan para Lurah.

Rombongan menyambangi beberapa tempat yang digenangi air di Kelurahan Kerinci Kota, Kerinci Barat, sampai ke Kerinci Timur.

Tidaknya hanya ruas jalan yang terendam air, beberapa perumahan serta pemukiman padat penduduk juga dikepung banjir.

Baca juga: Banjir di Pelalawan, Siswa SMPN 1 Pangkalan Kerinci Dipulangkan karena Ruang Kelas Terendam

Baca juga: Banjir Pelalawan, Ular Piton 6 Meter Muncul di Atap Rumah Warga Pangkalan Kerinci

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan kembali dilanda banjir, Rabu (27/10/2021). Siswa dipulangkan karena ruang belajar ikut terendam air.
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan kembali dilanda banjir, Rabu (27/10/2021). Siswa dipulangkan karena ruang belajar ikut terendam air. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Bupati Zukri bersama rombongan menyusuri seluruh parit dan drainase yang mampet di kawasan banjir hingga ke belakang rumah warga.

Kanal-kanal yang tersumbat juga didatangi untuk mencari solusi dalam mengalirkan air sampai ke parit besar hingga terbuang ke sungai.

"Yang menjadi permasalahan banyak drainase dan parit yang tidak berfungsi maksimal. Belum lagi bangunan berdiri dimana-mana. Jadi sudah agak rumit mencari solusinya sekarang," kata Bupati Zukri kepada Tribunpekanbaru.com, yang mengikuti peninjauan.

Kondisi drainase yang mampet hampir merata di tiga kelurahan dan menjadi penyebab utama genangan air yang muncul di berbagai tempat.

Hal ini diperparah lagi dengan pembuangan utama yang terkoneksi ke Sungai Kerinci terhalang bangunan warga.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved