Breaking News:

Rumah Sakit di Pekanbaru Belum Terapkan Tarif PCR Rp 300 Ribu, Apa yang Ditunggu?

Sejumlah rumah sakit di Pekanbaru belum memastikan penerapan tarif pemeriksaan tes PCR Rp 300 ribu sesuai arahan Presiden Jokowi

Penulis: Alex | Editor: Nurul Qomariah
CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP
Ilustrasi. Sejumlah rumah sakit di Pekanbaru belum memastikan penerapan tarif pemeriksaan tes PCR Rp 300 ribu sesuai instruksi Presiden Jokowi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah rumah sakit di Pekanbaru belum memastikan penerapan tarif pemeriksaan tes Polymerase Chain Reaction (PCR), sesuai instruksi presiden, untuk menurunkan harganya menjadi Rp 300 ribu.

Dari beberapa rumah sakit di Pekanbaru menyatakan belum tahu kapan akan menerapkan tarif baru tersebut.

Alasannya, karena masih belum ada arahan maupun surat edaran dari pihak terkait, dalam hal ini Kementerian Kesehatan.

Marketing Manager Awal Bros Pekanbaru, Rumatha Veralisa Sihaloho MARS atau dr Cacha mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu Peraturan Menteri Kesehatan untuk tindak lanjut hal tersebut.

"Sama sepert ketentuan sebelumnya, dimana akan ada turunan Peraturan Mentri Kesehatan ataupun surat edaran tentang pemberlakuan (aturan tersebut), baru kita adjust," kata dr Cacha, Selasa (26/10/2021) malam.

Ia juga menambahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan rekanan suplier Bahan Habis Pakai (BhP) untuk persiapan penerapan aturan tersebut.

"Untuk saat ini, kami pun sedang koordinasi dengan rekanan supplyer alkes dan BhP reagen PCR untuk rate bahan baku reagen juga bisa diturunkan," tuturnya.

Senada, Humas Rumah Sakit Syafira Pekanbaru, Feri Bosma mengatakan, pihaknya juga masih menunggu edaran dari pusat, atau Kementerian Kesehatan.

"Kami masih menunggu edaran dari Kementerian Kesehatan," kata Feri kepada Tribun.

Seorang Humas rumah sakit di Pekanbaru lainnya menyatakan pihaknya tidak keberatan jika pemberlakuan tarif baru tersebut nantinya, apalagi untuk kepentingan masyarakat banyak.

"Pada dasarnya kami setuju dan tidak keberatan, namun tentunya dengan berbagai pertimbangan lainnya. Apalagi ini untuk masyarakat luas, kami setuju," ujar Humas yang enggan namanya disebut tersebut.

( Tribunpekanbaru.com / Alexander )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved